• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Rabu, 18 Mei 2022

Dinamika

IDUL FITRI 1443 H

Rajut Kebersamaan, Badan Otonom NU Menguneng Batang Gelar Halal Bihalal Bersama

Rajut Kebersamaan, Badan Otonom NU Menguneng Batang Gelar Halal Bihalal Bersama
Kegiatan halal bihalal bersama banom NU Menguneng, Batang (Foto: NU Online jateng/Sulis0
Kegiatan halal bihalal bersama banom NU Menguneng, Batang (Foto: NU Online jateng/Sulis0

Batang, NU Online Jateng
Salah satu tradisi dalam rangkaian acara Idul Fitri yang masih cukup kuat eksistensinya adalah halal bihalal. Acara yang biasanya mempertemukan sanak saudara, teman, dan kerabat sebagai ajang silaturahmi dan temu kangen. 


Hal ini juga terjadi di lingkup organisasi sayap Nahdlatul Ulama Desa Menguneng, Warungasem, Batang. Banom NU Desa Menguneng, yakni PR Muslimat, Fatayat, dan IPPNU Menguneng menggelar acara halal bihalal untuk merajut kebersamaan.


Pembina Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Menguneng Maslikha mengatakan, kegiatan yang bertempat di Masjid Jami Baiturrahman Desa Menguneng sekaligus dalam satu rangkaian acara pengajian dan rutinan manisan, salah satu program kerja setiap satu bulan sekali setiap hari Jumat Manis. 


"Halal bihalal ini  sebagai sarana untuk mempererat silaturahim antarorganisasi perempuan NU Desa Menguneng. Dengan adanya acara ini diharapkan untuk lebih terwujudnya keharmonisan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, khususnya untuk Desa Menguneng sendiri," ucapnya Jumat (13/5).





Disampaikan, kegiatan yang berlangsung Ahad (8/5) kemarin untuk merajut kebersamaan, kasih sayang dan saling menghargai. "Kebersamaan, kasih sayang, dan saling menghargai sesama manusia dan warga NU khususnya Banom NU Menguneng menjadi beberapa poin utama," terangnya.


Nyai Hj Mufrodah dari Jenggot, Kota Pekalongan dalam tausiyahnya menerangkan bahwa silaturahim bisa memperpanjang umur. Hal ini dimaksudkan orang yang rajin silaturahim  hatinya senang, jiwanya damai sehingga badannya pun ikut sehat, dan jauh dari pemikiran yang susah dan gelisah.


"Selain itu, produktivitas dan kebaikan-kebaikan yang dikenang dalam sarana silaturahim akan selalu dikenang dan diingat, sehingga nama akan selalu teringat walaupun jasad sudah hancur lebur di dalam tanah," ucapnya. 


Diterangkan, dengan silaturahim hidup akan terasa bahagia, menimbulkan ketenangan dan ketentraman, ajang saling mengajak untuk melaksanakan kebaikan dan saling memberikan manfaat. 
 

"Sebagai manusia, tentu saja tidak terlepas dari salah dan khilaf, hanya Allah-lah yang sempurna. Dengan adanya silaturahim akan merekatkan tali persaudaraan dan keampuhan silaturahim sebagai sarana memaafkan kesalahan antar sesama manusia, khususnya banom NU Desa Menguneng," pungkasnya.


Pengirim: Sulis Saputra


Dinamika Terbaru