• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Dinamika

Gandeng Kemenag, Fatayat NU Rembang Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

Gandeng Kemenag, Fatayat NU Rembang Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah
Kegiatan pelatihan erawatan jenazah oleh Fatayat NU Rembang (Foto: NU Online Jateng/Lilik)
Kegiatan pelatihan erawatan jenazah oleh Fatayat NU Rembang (Foto: NU Online Jateng/Lilik)

Rembang, NU Online Jateng
Untuk memperdalam keilmuan tajhizul jenazah kepada para pemudi di Kabupaten Rembang, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (FNU) Rembang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) menggelar pelatihan pemularan jenazah. 


Ketua PC Fatayat NU Rembang Hj Raabiatul Bisyriyah mengatakan, pengetahuan pemulasaran jenazah menjadi kebutuhan kader Fatayat. Jika sewaktu-waktu diperlukan, kader Fatayat siap mengurus jenazah.


“Kullu nafsin dzaiqatul maut, setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian. Padahal kita tidak tahu kapan dan dimana kelak kita akan dipanggil olehnya,” katanya. 


Putri Keempat Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) ini menyampaikan, dari pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan bisa memberikan manfaat dan merangsang munculnya perawat jenazah perempuan. “Selama ini modin lebih identik dengan laki-laki,” tambahnya.


Dijelaskan, kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 65 kader Fatayat se-Rembang diprakarsai Bidang Dakwah PC Fatayat NU Rembang berlangsung di Aula Gedung Yayasan kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) Rembang, Desa Sawahan, Kecamatan Rembang Kota pada Kamis (28/9/2023) pagi. 

 

 


"Mempelajari pemulasaran jenazah sangat penting, agar ketika ada keluarga, sahabat, maupun meninggal dunia, ilmu ini bisa kita gunakan. Harapannya semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan mencetak modin perempuan yang jumlahnya belum banyak,” harap Ning Iyah sapaan akrabnya. 


Salah peserta kader Fatayat NU asal Kecamatan Kaliori (Ranting Kalipang Sidomulyo, red) Siti Sholikhah mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan pmulasaraan jenazah. “Bisa mengikuti latihan pemulasaran jenazah, kita bisa lebih tau,” jelasnya. 


Wanita yang biasa disapa Mbak Likah ini menambahkan, gimana caranya untuk mengkafani, memandikan, mewudhukan yang lebih baik. “Sebelumnya kita tidak bisa apa-apa, jadi menambah ilmu dan pengalaman. Dengan diadakan pelatihan ini, semoga ada pelatihan-pelatihan selanjutnya,” pungkasnya. 


Kontributor: Moh Lilik Wijanarko


Dinamika Terbaru