• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Taushiyah

Meraih Pahala Ibadah Seribu Bulan

Meraih Pahala Ibadah Seribu Bulan
foto: ilustrasi
foto: ilustrasi

Ketika suatu hari Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang dari kalangan Bani Israil yang tidak lelah berhenti berjuang fisabilillah dan mengisi malam-malam harinya dengan ibadah selama seribu bulan, tampak para sahabat berkecil hati saling mengukur dirinya yang rata-rata baru mendapat hidayah dan memeluk islam pada saat berusia 40 tahunan yang kalau dihitung dengan rata-rata umur panjang 60 s/d 70 tahun berarti hanya punya waktu 20 s/d 30 tahun untuk beribadah, itu pun kalau siang malam full beribadah tanpa ada maksiat.


Hal ini tentu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan berjuang fisabilillah dan beribadah di sepanjang malam selama seribu bulan. Belum lagi kalau diukur dengan perbandingan fisik dan rata-rata umur umat Muhammad dengan orang-orang Bani Israil.

 

Dari perbandingan fisik dan umur tersebut, bagaimana umat Muhammad bisa menyamai amal dan ibadah umat yang sebelumnya? Mereka rata-rata usianya ratusan tahun bahkan lebih dari seribu tahun, fisik umat yang terdahulu besar, tinggi dan kuat, sedangkan umat Muhammad rata-rata umurnya di bawah seratus tahun sedangkan dari segi fisik sangatlah tidak berbanding dengan fisik umat terdahulu.


Lalu di sisi sorga yang mana umat Muhammad tinggal yang hanya berbekal amal beberapa tahun saja?. Sungguh Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang terlebih kepada umat Muhammad, meski fisik kecil dan lemah, meski umur tidak seperti umur orang-orang Bani Israil, tetapi Allah memberikan malam qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Dan kalau malam itu diisi dengan amal ibadah, maka dicatat sebagai ibadah seribu bulan, dan kalau itu dilakukan 20 tahun saja berarti sama halnya beribadah 1000 bulan x 20 = 20.000 bulan.


اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍ

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ


Artinya :

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

4. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr - Kemuliaan) : 1 - 5)



KH Ahmad Niam Syukri Masruri, Ketua Lembaga Kajian Informasi dan Dakwah (Elkid), Ketua PW GP Ansor Jateng 1995, dan Sekretaris RMINU Jateng


Taushiyah Terbaru