• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Taushiyah

Kambing Tak Bertanduk Diberi Hak membalas

Kambing Tak Bertanduk Diberi Hak membalas
Foto: Ilustrasi (orami.co.id)
Foto: Ilustrasi (orami.co.id)

Jangan dikira kalau ada binatang mati lalu mati begitu saja tanpa dibangkitkan kembali dan tanpa ada kesempatan untuk saling membalas kesalahan masing-masing, begutulah sunnatullah.

   
Kelak, binatang- binatang yang telah mati akan dihidupkan kembali dan dikumpulkan di satu tempat untuk diberikan kesempatan saling berbalas kesalahan, artinya kambing yang bertanduk akan mendapatkan balasan dari kambing yang tidak bertanduk.


Hadìs nabi:


وعن أَبِي هريرة رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقيامَةِ حَتَّى يُقَادَ للشَّاةِ الْجَلْحَاء مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاء.


Artinya :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Sesungguh, besok pada hari kiamat semua hak akan dikembalikan kepada pemiliknya, sehingga kambing yang tak bertanduk diberi kesempatan untuk membalas kambing yang bertanduk. (HR Muslim)


Kalau binatang akan dibangkitkan dan diberi kesempatan untuk saling berbalas kesalahan, tentu manusia lebih berhak untuk saling berbalas. Artinya orang-orang yang pernah didzalimi akan diberi kesempatan untuk meminta pertanggungjawaban orang yang pernah mendzaliminya. 


Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri


Taushiyah Terbaru