• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Taushiyah

Jangan Rakus dalam Makan

Jangan Rakus dalam Makan
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Keberadaan orang tentu berbeda antara satu dan lainnya dalam hal makanan. Ada yang suka makan banyak,  ada juga yang sebaliknya, ada yang rakus dan ada pula yang apa adanya, yang demikian bukan karena faktor ekonomi semata, tapi bisa saja karena watak dan etika.

   
Dahulu ada orang yang makan kurma dalam sekali makan dua biji sekaligus (dimasukkan) ke dalam mulutnya,  lalu Abdullah bin Umar yang ketika itu melihatnya menghalau sambil berkata "jangan lakukan itu, kecuali yang lain mengizinkan".

   
Abdullah bin Umar dalam sebuah riwayat dari Jabalah bin Suhaim dikatakan:


عن جَبَلَة بن سُحَيْم، قَالَ: أصَابَنَا عَامُ سَنَةٍ مَعَ ابن الزُّبَيْرِ؛ فَرُزِقْنَا تَمْرًا، وَكَانَ عبدُ الله بن عمر رضي الله عنهما يَمُرُّ بنا ونحن نَأكُلُ، فَيقُولُ: لاَ تُقَارِنُوا، فإنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - نَهَى عنِ القِرَانِ، ثُمَّ يَقُولُ: إِلاَّ أَنْ يَسْتَأذِنَ الرَّجُلُ أخَاهُ. متفقٌ عَلَيْهِ.


Artinya:
Dari Jabalah bin Suhaim, katanya: "Kita semua terkena tahun peceklik beserta Ibnu Zubair. Kemudian kita mendapat rezeki kurma. Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berjalan melalui kita dan kita sedang makan, lalu ia berkata: "Jangan engkau semua mengumpulkan ~ yakni makan dua buah atau lebih dengan sekaligus ~, karena sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang mengumpulkan itu." Kemudian ia melanjutkan "Kecuali kalau yang seseorang ~ orang lainnya ~ itu mengizinkan saudaranya."
(Muttafaq alaih)


Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri


Taushiyah Terbaru