• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Taushiyah

10 Muharram Hari Diterimanya Taubat Nabi Adam

10 Muharram Hari Diterimanya Taubat Nabi Adam
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Diturunkannya Nabi Adam bersama Siti Hawa dari surga ke bumi merupakan hukuman atas dosa yang mereka lakukan. Gegara tidak tahan terhadap bujuk rayu setan yang selalu iri dengki kepadanya, mereka berdua terdorong untuk mendekati pohon khuldi lalu memakan buahnya.

   
Keduanya diturunkan di dua tempat yang berbeda dan setelah 40 tahun saling mencari, akhirnya mereka dipertemukan di Padang Arafah, atau tepatnya di Jabal Rahmah.

   
Hidup di Bumi, mereka berdua harus belajar banyak dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup, dan di bumi ini pula mereka tak henti-hentinya meratapi dan menyesali kesalahan yang pernah mereka lakukan lalu bertaubat memohon ampunan. 


Walhasil pada hari kesepuluh Bulan Muharram taubat Nabi Adam diterima oleh Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 36 :


فَاَزَلَّهُمَا الشَّيۡطٰنُ عَنۡهَا فَاَخۡرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيۡهِ‌ وَقُلۡنَا اهۡبِطُوۡا بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ ۚ وَلَـكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ مُسۡتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيۡنٍ


Artinya :
Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan." (QS Al-Baqarah : 36)


Penulis: H Ahmad Niam Sukri Masruri


Taushiyah Terbaru