• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Regional

Wagub Jateng: Program Bisyaroh Tahfidh Bukan untuk Santri Jateng Saja

Wagub Jateng: Program Bisyaroh Tahfidh Bukan untuk Santri Jateng Saja
Wagub Jateng Gus Yasin (Foto: NU Online Jateng/Rifqi)
Wagub Jateng Gus Yasin (Foto: NU Online Jateng/Rifqi)

Boyolali, NU Online Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen mengatakan, program pemberian bisyaroh kepada penghafal Qur'an bukan hanya untuk warga Jateng saja, tetapi juga bagi santri dari seluruh Indonesia yang belajar di Jateng. 


"Setiap ada khataman Al-Qur'an, Pemprov Jateng memberikan bisyaroh Rp1 juta kepada setiap santri yang hafal Al-Qur'an 30 juz dan sudah diwisuda. Dengan prgram ini saya berharap para santri tidak berhenti dengan menghafal Al-Qur'an saja, tetapi akan mengikuti pendidikan-pendidikan selanjutnya," ujarnya.


Pernyataan itu disampaikan saat Gus Yasin yang juga Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang memberikan sambutan acara Khataman Bil Ghab dan Silaturahim Nasional (Silatnas) II Jamiyah Mudarosatil Qur'an Lil Hafidhat (JMQH) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Ahad (2/10/2022). 

 
Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH. Taj Yasin Maimoen, menceritakan pengalamannya ditemui orangtua santri ketika berkunjung ke Provinsi Papua. Gus Yasin mengatakan, orang tua santri tersebut mengucapkan terima kasih lantaran anaknya menerima hadiah dari orang nomor dua di Jateng. 


"Ternyata setelah bertemu di hotel cuma ingin mengucapkan terima kasih karena anaknya (nyantri) di Demak sudah diwisuda dan mendapat hadiah Rp1 juta. Kemudian (uangnya) digunakan untuk naik pesawat pulang ke Papua," terangnya. 





Menurutnya, Al-Qur'an bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk mengingatkan serta mendekatkan diri kepada Allah. "Bahkan dalam Al-Qur'an diterangkan bagaimana kekuasaan Allah, mengajarkan bagaimana kita berdakwah, dan sebagainya," jelas wagub. 


Ketua Umum Pimpinan Pusat JMQH Maftuhah Minan Abdillah AH menjelaskan, JMQH kali pertama dideklarasikan di Kajen Margoyoso, Kabupaten Pati pada 7 Februari 1975. Organisasi perempuan penghafal Al-Qur'an tersebut sempat tidak ada perkembangan, hingga dibangkitkan dan dideklarasikan kembali pada 17 Juli 2011. 


"Sampai saat ini, anggota JMQH yang sudah resmi dan tercatat dideklarasi kabupaten dan kota sebanyak 23.156 hafidhah. Jumlah itu masih akan terus bertambah karena deklarasi selanjutnya segera dilaksanakan," katanya. 


Silatnas II JMQH dihadiri sekitar 20 ribu orang dari berbagai provinsi di Indonesia. Antara lain, Jawa Timur, Jawa Barat, Madura, Kalimantan, dan Sumatera. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, KH Anwar Zahid, Ketua Umum Pimpinan Pusat JMQH, Maftuhah Minan Abdillah, serta Forkopimda setempat. 


Kontributor: Ahmad Rifqi Hidayat
 


Regional Terbaru