• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Regional

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Demak Gelar Khatmil Qur’an  

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Demak Gelar Khatmil Qur’an  
Kegiatan khatmil Qur'an Pesantren Al-Badriyyah Mranggen, Demak (Foto: NU Online Jateng/Ghofar)
Kegiatan khatmil Qur'an Pesantren Al-Badriyyah Mranggen, Demak (Foto: NU Online Jateng/Ghofar)

Demak, NU Online Jateng
Pesantren Al-Badriyyah Mranggen, Kabupaten Demak menggelar 'Haflah Tasyakkur Khatmil Al-Quran ke-46' di halaman pesantren pada Sabtu (28/5/2022) malam.


Khatmil Qur’an sendiri merupakan salah satu tradisi pesantren yang telah berlangsung berabad-abad lamanya. Khatmil Qur’an di pesantren termasuk salah satu ritual sakral sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. 


Pengasuh Pesantren Al-Badriyyah Mranggen KH Muhibbin Muhsin Alhafidz dan Nyai Hj Nadhiroh Ma’shum Alhafidzah merupakan ulama kharismatik yang istiqamah menjaga hafalan Al-Qur’an para santri. Melalui bimbingannya, sudah ratusan alumni yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz dan mendirikan pesantren berbasis Tahfidz Al-Qur’an di berbagai daerah.


“Harapannya agar para santri terutama santri yang telah hafal  Al-Qur'an 30 juz  tetap berusaha menjaganya  dengan istiqamah,” ungkapnya.


Prosesi khatmil qur’an dimulai tepat pukul 18.30 WIB. pada angkatan ke-46 jumlah santri yang ikut khataman sebanyak 319 santri, dengan rincian santri perempuan bil hifdhi 30 juz 13 santri, binnadzri 90 santri, bil hifdzi juz amma 110 santri, bil hifdhi 30 juz 6 santri, santri laki-laki bin nadzri 35 santri, bil hifdhi juz amma 65 santri. 


Penyelenggara Khatmil Qur'an Ahmad Dliya’uddin Zabidi kepada NU Online Jateng, Kamis (2/6) menjelaskan, selain sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan santri Al-Badriyyah dalam mengikuti pembelajaran mengkaji Al-Qur’an, kegiatan khatmil qur’an merupakan wadah syiar tentang perlunya pembelajaran Al-Qur’an dan harus ditangani dengan serius. 


“Semoga santri mengaji Al-Qur’an di Pesantren Al-Badriyyah ini bisa bermanfaat baik untuk para santri, keluarga, dan masyarakat. Lebih dari itu, amat diutamakan agar ajaran-ajaran Al-Qur’an bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.





Dalam pengajian akbar yang disampaikan oleh KH Abdur Rohim, yang lebih populer disebut Ki Joko Goro Goro mengingatkan kembali kepada orang tua akan peranan pentingnya untuk membekali anak-anak mereka sejak dini dengan ilmu agama. Dengan demikian keimanan yang tertanam pada diri sang anak bisa membentengi diri mereka dari pengaruh negatif.


“Kepada orang tua supaya waspada dan menjaga anak-anaknya, karena peredaran narkoba sudah merajalela,” imbaunya.


Lebih lanjut dikatakan, terutama pendidikan akhlak adalah kunci dan bekal utama dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Pendidikan bagi anak sangat penting karena mereka adalah generasi penerus bangsa. 


“Maka kepada orang tua, jangan ragu memondokkan putra-putrinya di pesantren. Karena hal itu juga merupakan investasi masa depan orang tua. Karena setelah orang tua  meninggal dunia, putra-putrinya akan fasih mengirim doa dan bacaan tahlil kepadanya,” pungkasnya.


Turut hadir para kiai dan masyayikh serta ibu nyai, di antaranya KH Ulil Albab Arwani, AH Kudus, KH Ahmad Ghozhali Ihsan, KH Abdul Basyir Hamzah, KH Ahmad Zen Muthohar, KH Abdullah Ashif Makhdum, KH Ali Mahsun Wakil Bupati Demak, Hj Zuhairoh Ulil Albab, Hj Mutammimah Harir, Hj Khodijah, Hj Ma’unah Ashif, Hj Iffat Basyir, dan lain-lain.


Pengirim: Abdul Ghofar
 


Regional Terbaru