• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Regional

PCNU Boyolali Sinau Kelola Koin NU dari Srumbung Magelang

PCNU Boyolali Sinau Kelola Koin NU dari Srumbung Magelang
Kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Koin NU di Boyolali (Dok. Lakpesdam Byl)
Kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Koin NU di Boyolali (Dok. Lakpesdam Byl)

Boyolali, NU Online Jateng
Guna mengoptimalkan pengelolaan Kotak Infaq Nahdlatul Ulama (Koin NU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali menghadirkan Tim Pengelola Koin NU dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Srumbung Magelang, Sabtu (25/6) lalu, di Aula Kantor MWCNU Klego, Boyolali.

"Kenapa kita hadirkan Tim Pengelola Koin NU dari Srumbung, karena mereka lebih dahulu berhasil mengelola Koin NU," terang Ketua PCNU Boyolali, H Masruri kepada NU Online Jateng, Rabu (29/6/2022).

Disampaikan, pengelolaan Koin NU nantinya agar digunakan sesuai kesepakatan bersama dengan aturan yang jelas. "Tahun pertama sediakan mobil ambulans kesehatan dan ambulans Jenazah, ini prioritas kita, karena masyarakat menunggu layanan dari kita,” imbuh Masruri.

Rais PCNU Boyolali KH Achmad Charir mengatakan, untuk kemaslahatan bersama, program Koin NU ini harus dimaksimalkan serta tepat sasaran. “Koin NU ini adalah solusi kehidupan ini harus disosialisasikan kepada warga, problem apapun dapat diselesaikan melalui koin NU jangan sampai ada hari tanpa infaq karena setelah infaq kita berdoa itu lebih manjur," ucapnya.

Perlu Terobosan

Pada sesi pemaparan dari Tim Pengelola Koin NU Srumbung, Bendahara Koin NU Serumbung, Sutoyo menjelaskan, untuk mengawali program Koin NU ini memang tidak mudah, dibutuhkan niat yang ikhlas tanpa ada kepentingan dari masing-masing pengurus

"Selain itu, harus dibuat tim inti untuk merumus prosedur, ketentuan-ketentuan mekanisme berjalannya, tidak mudah menyerah, harus ada terobosan-terobosan," terang dia.

Dijelaskan pula mengenai tahapan-tahapannya. Setelah tim inti membuat membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), tim inti memplenokan kepada Koordinator Desa (Kordes) pengurus setingkat Keluraha/desa dan Koordinator Dusun (Kordus) pengurus setingkat dusun/dukuh yang sudah dibuat oleh pengurus.

“Setiap tanggal 8 sampai dengan 15, saya ini tidak pernah di rumah, hanya tinggal di Basecamp Koin NU untuk menunggu dan menerima Koin NU dari Kordes,” ucap Sutoyo.

Lebih lanjut dipaparkan, penggunaan koin NU boleh untuk apa saja, yang penting adalah untuk menghidupi jamiyah dan hal yang paling berat adalah menjaga kepercayaan masyarakat.

Pada perkembangan pengelolaan Koin NU di Srumbung, di tahun pertama mereka dapat membeli ambulans kesehatan dan jenazah, yang keduanya kemudian diberi nama mobil layanan sosial. Mobil layanan ini bersifat gratis kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan karena akomodasi seluruhnya ditanggung oleh Koin NU.

"Alokasi mobil ambulan kita per bulan adalah Rp. 15 juta, dalam kurun waktu sebulan kita tau yang sakit berapa dan yang meninggal berapa," imbuh Sekretaris Koin NU Srumbung, Kusnan ​​​​​​.

Kemudian, pada tahun kedua Koin NU Srumbung memberikan fasilitas berupa laptop ke Lembaga Pendidikan Ma’arif, TPQ, dan Madin yang ada di daerah Srumbung, serta optimalisasi Banom yang ada di MWCNU Srumbung.

"Lalu, pada tahun ketiga, dari pengelolaan Koin NU, mampu digunakan untuk mendirikan NU-Mart dan di tahun ke 4 mereka merilis Badan Usaha Milik NU (BUMNU) Srumbung," terangnya.

Pantauan NU Online Jateng, antusias peserta kegiatan sosialisasi dan pendampingan koin NU cukup tinggi, acara ditutup pukul 16.00 WIB.

Pengirim: Fathur Rohman


Regional Terbaru