• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 19 April 2024

Regional

Ketika Wisudawan SMK Farmasi Al-Sya'iriyah Limpung Batang Lantunkan Bait Alfiyah

Ketika Wisudawan SMK Farmasi Al-Sya'iriyah Limpung Batang Lantunkan Bait Alfiyah
Perwakilan wisudawan wisudawati SMK Farmasi Limpung, Batang lantunkan bait alfiyah ibnu malik (Foto: NU Online Jateng/Zaim Ahya)
Perwakilan wisudawan wisudawati SMK Farmasi Limpung, Batang lantunkan bait alfiyah ibnu malik (Foto: NU Online Jateng/Zaim Ahya)

Batang, NU Online Jateng
Ada yang unik dan beda di acara wisuda Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Al Sya'iriyah Plumbon, Limpung, Batang yang berlangsun Sabtu (4/6/2022). Biasanya di puncak acara kelulusan ditampilkan aneka macam tari dan paduan suara menyanyikan lagu-lagu populer. Akan tetapi perwakilan wisuda dan wisudawati pilih melantunkan bait-bait nadzam kitab Alfiyah karya Imam Ibnu Malik di acara wisuda ke-13.


Penampilan tersebut dimulai dengan melantunkan nadzam alfiyah bersama-sama. Lalu secara bergantian, mereka meneruskan lantunan nadzam yang berisi ilmu tata bahasa Arab ini.


Menurut Ketua Yayasan Islam Al Syairiyah (YISA) KH Agus Musyafa' Syair, pelantunan nadzam Alfiyah ini menunjukkan bahwa siswa dan siswi SMK Farmasi Al-Syairiyah tidak hanya dibekali ilmu umum, namun juga ilmu agama.


"Hidup di dunia harus tahu ilmu dunia, salah satunya ilmu farmasi. Nanti mati, butuh ilmu bekal yang dibawa ke akhirat seperti tata cara wudhu dan shalat," terang Kiai Musyafa' yang juga A'wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang ini.


Menurutnya, SMK Farmasi Al-Syairiyah merupakan sekolah tingkat menengah kejuruan berbasis pesantren. Siswa dan siswinya harus tinggal di tiga pesantren di bawah naungan YISA. "Ada tiga pesantren yang kami siapkan. Pesantren Putra Putri TPI Al-Hidayah, Pesantren Putri Al-Ishlah, dan Pesantren Putri Al-Amanah," jelasnya.





Pengasuh Pesantren TPI Al-Hidayah KH Sulthon Sya'ir dalam mauidhah hasanahnya menegaskan pentingnya membekali anak dengan ilmu. "Ilmu itu lebih penting dari pada harta. Jika orang punya ilmu, maka harta akan ikut," tegas Kiai Sulthon yang juga Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Batang ini. 


Kiai Sulthon juga mendorong agar orang tua wali murid yang hadir selalu mendukung putra putrinya untuk mencari ilmu.  "Saya harap proses belajar putra-putri anda tak berhenti di tahap ini, tapi dilanjutkan ke tahap yang lebih tinggi. Bisa meneruskan kuliah, atau meneruskan ngaji di pesantren," ucapnya.


Di acara wisuda ke-13, dilakukan pula penandatanganan perpanjangan MoU antara SMK Farmasi Al-Syairiyah dengan dunia kerja yang fokus pada layasan kesehatan yang meliputi RSUD Limpung, RSUD Kajen Pekalongan, RS QIM Batang, dan Apotek se-Kabupaten Batang. 


Kontributor: Zaim Ahya


Regional Terbaru