• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Regional

Bupati Kendal: Pesantren Sangat Penting untuk Pengembangan Diri

Bupati Kendal: Pesantren Sangat Penting untuk Pengembangan Diri
Bupati Kendal Dico Mahtudo Ganinduto (empat dari kanan) (Foto: NU Online Jateng/Firdaus)
Bupati Kendal Dico Mahtudo Ganinduto (empat dari kanan) (Foto: NU Online Jateng/Firdaus)

Kendal, NU Online Jateng
Bupati Kendal Dico Mahtudo Ganinduto menegaskan, pengasuh pesantren menjadi kunci keberhasilan sistem pendidikan yang disampaikan para guru untuk mendidik santri-santrinya menjadi lebih baik.

 

"Keberadaan pesantren ini memiliki peranan penting dalam mengembangkan diri daya pikir dan mental dari para santrinya. Maka peranan para pengajar untuk perlu terus ditingkatkan mutu dan kualitasnya agar melahirkan sumber daya manusia yang lebih baik lagi," ucap Bupati Dico di acara tasyakuran Khatmil Qur'an Pesantren Manbaul Hikmah, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Selasa (14/12).

 

Dikatakan, pesantren kawah candradimuka untuk mendidik santri menjadi santri yang berkualitas. Di mana menjadi ajang untuk menggembleng santri menjadi lulusan yang cerdas dan berakhlak. Dan di Kaliwungu menjadi pusat barometer pendidikan keagamaan dan dikenal dengan sebutan Kaliwungu Kota Santri.

 

"Saya meyakini dengan potensi 4 pilar pertumbuhan, dari kawasan industri, pariwisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan sumber daya manusia Kabupaten Kendal dapat maju," ucapnya. 

 

Untuk itu lanjutnya, masyarakat harus memiliki visi misi yang sama. Untuk para santri ke depan untuk bisa fokus mengembangkan teknologi agar bisa menghadapi tantangan zaman. 

 

"Saya yakin Pondok Manba'ul Hikmah bisa menggerakkan potensi santrinya menjadi generasi produktif, inovatif, dan berprestasi," ungkapnya.

 

Ketua Yayasan Pesantren Manbaul Hikmah Gus H Basyarahman mengatakan, ada 287 santri dan santriwati yang berhasil mengkhatamkan Al-Qur'an. Satu di antaranya berhasil mengkhatamkan Al-Qur'an bil ghaib atau hafal 30 juz.

 

Ia berharap santri yang sudah mengkhatamkan Qur'an dapat mengamalkan ilmunya sehingga dapat memberikan manfaat di tengah masyarakat. "Bagi santri yang belum hafidz, tetap bersemangat sehingga bisa menjadi penghafal atau hafidz dan hafidzah," paparnya.

 

Kontributor: Nazlal Firdaus Kurniawan
Editor: M Ngisom Al-Barony
 


Regional Terbaru