Tak Ingin Kecolongan, Gubernur Minta Personel TNI/Polri Dibekali Senjata Laras Panjang Saat Amankan Lebaran
Selasa, 18 Maret 2025 | 09:30 WIB
Semarang, NU Online Jateng -
Personel TNI dan Polri diharapkan dibekali dengan senjata laras panjang. Dengan catatan, aparat tersebut bertugas menjaga di titik-titik strategis, vital dan berpotensi terjadi gangguan keamanan saat arus mudik dan balik lebaran 2025.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan tak ingin ada begal hingga teroris mengganggu agenda tahunan mudik-balik lebaran kali ini. Untuk itu, langkah tegas pencegahan harus dilakukan.
Pelayanan pada arus mudik dan arus balik, lanjutnya, bukan hanya operasi pelayanan kemanusiaan semata. Menurutnya perlu pencegahan tindak pidana di titik-titik tertentu.
"Tolong nanti Pak Kapolda dan Pak Pangdam, anggotanya dikasih striking force yakni anggota dibekali senjata laras panjang," ujar Ahmad Luthfi saat memimpin Rakor Forkopimda "Menjaga Kondusivitas Wilayah Jateng Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Mudik Lebaran dan Arus Balik," di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin 17/3/2025.
Dalam rakor tersebut, hadir secara langsung Pimpinan Forkopimda termasuk Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Ahmad Luthfi yang merupakan Kapolda Jateng 2020-2024 ini mengatakan, aparat bersenjata laras panjang bisa ditempatkan di titik vital. Di antaranya pusat keramaian dengan potensi kejahatan tinggi hingga masjid.
Pada forum yang juga dihadiri bupati dan wali kota se-Jateng itu, Gubernur menyampaikan, arus mudik dan balik di Jateng akan menjadi sorotan nasional. Untuk itu, ia meminta pada semua kepala daerah dan jajarannya serius memetakan kelancaran guna memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat.
"Kalau ada bupati atau wali kota mau libur (saat Lebaran) izin dulu. Siapa tahu ada menteri yang datang ke tempat kalian," kata Ahmad Luthfi dengan nada bercanda.
Kemudian ia juga menyoroti keberadaan rest area di Jateng. Sejauh ini, kebiasaan masyarakat saat jenuh berkendara ketika mudik dan balik dengan beristirahat di rest area. Sayangnya, sebagian di antara mereka sambil membuka bekal dan makan bersama keluarga, sehingga menghabiskan waktu yang cukup lama. Di sisi lain, banyak pengendara yang ingin beristirahat karena lelah di perjalanan.
"Rest area jadi seksi bagi pemudik untuk leyeh-leyeh. Jadi tempat titik jenuh, makan dengan dengan keluarga, akhirnya ndak mau diusir sehingga antrean panjang di tol," tandasnya.
Terpopuler
1
LPBI PWNU Jateng Terjunkan Tim Bantu Korban Bencana Tanah Gerak di Brebes
2
Halal Bihalal IKA UIN Gus Dur Pekalongan, Perkuat Silaturahmi di Era Disrupsi
3
LP Ma’arif dan IPNU-IPPNU Jateng Gelar TOT: Bergerak Bersama Pelajar Berbudaya Annahdliyah
4
LBH Ansor Kendal Teguhkan Militansi Kader di PKD Boja: Bangun Generasi Melek Hukum dan Berakhlak
5
Ibu-Ibu IHM NU Weleri Kendal Sambangi Rumah Calhaj, Bawa Doa dan Semangat Persaudaraan
6
Prof Helmy Purwanto Dilantik sebagai Rektor Unwahas Periode 2025–2029
Terkini
Lihat Semua