• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Nasional

Resmikan UIN Pekalongan, Menag Minta Terapkan Nilai yang Diajarkan Gus Dur

Resmikan UIN Pekalongan, Menag Minta Terapkan Nilai yang Diajarkan Gus Dur
UIN KH Abdurrahman Wahid diresmikan (Foto: kemenag.go.id)
UIN KH Abdurrahman Wahid diresmikan (Foto: kemenag.go.id)

Pekalongan, NU Online Jateng
Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan pada Selasa (27/9/2022) di kampus 2, Jalan Pahlawan KM5, Bojong, Kabupaten Pekalongan


Peresmian ditandai dengan menekan tombol sirine oleh Menag bersama perwakilan keluarga Gus Dur Inayah Wulandari Wahid, Anggota Komisi VIII DPR Nurhuda, Dirjen Pendis Ali Ramdhani, Rektor UIN Pekalongan Prof H Zaenal Mustakim, serta Kepala Kanwil Jawa Tengah H Mustain. 


Menag minta seluruh civitas akademika kampus UIN KH Abdurrahman Wahid untuk secara sungguh-sungguh menerapkan nilai yang diajarkan Gus Dur. "Gus Dur adalah humanisme itu sendiri. Didiklah mahasiswa yang ada di sini sebagai seorang humanis," ujarnya.


Menurut Menag, Gus Dur mengajarkan nilai kasih sayang dan memanusiakan manusia. "Ajarkan para mahasiswa akan kasih sayang. Agar mereka mampu memanusiakan manusia lain dengan kasih sayang," ungkap Gusmen sapaan akrab Menag.  


"Saya harap ini menjadi catatan penting. Mahasiswa jika nanti keluar dari kampus ini, bisa menjadi manusia seutuhnya," pintanya. 


Menag mengisahkan cerita Gus Dur saat dilengserkan dari kursi presiden. Saat itu, ada kubu yang mendukung Gus Dur untuk dilengserkan dan ada yang tetap meminta Gus Dur melanjutkan tugasnya sebagai kepala negara. 


Mengingat potensi rusuh antarkedua kubu, Gus Dur memilih untuk meninggalkan istana daripada bertahan. Keputusan ini diambil semata karena Gus Dur sayang kepada kemanusiaan. 


"Tidak ada satu jabatan pun yang lebih berharga dari pada kemanusiaan," kenang Menag tirukan ungkapan Gus Dur. 


"Ini adalah laku Gus Dur. Saya ingin nilai-nilai ini menjadi inspirasi untuk kita semua, terutama untuk UIN KH Abdurrahman Wahid," tegasnya. 


Menag berharap kehadiran perwakilan keluarga KH Abdurrahman Wahid dalam acara ini sebagai wujud restu. 





Dikutip dari laman kemenag.go.id Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid Prof Zaenal Mustakim menjelaskan bahwa usulan nama kampus UIN Pekalongan langsung disampaikan oleh Gusmen.


"Kami menyambut usulan ini dengan senang dan gembira. Tidak ada penolakan, bahkan nama ini justru menyatukan," kata Zaenal. 


Zaenal juga menyampaikan bahwa ada sejumlah harapan besar dari disematkannya nama KH Abdurrahman Wahid bahkan dari kalangan internal. "Kami berharap UIN Gus Dur ini dapat berkarya dan berkontribusi bagi bangsa dan negara, bahkan kami harap dapat berkontribusi bagi dunia," ungkap Zaenal.


Usai acara, Menag meninjau gedung perpustakaan dan menandatangani prasasti peresmiannya serta gedung fakultas. (*)


Nasional Terbaru