• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Nasional

Rais PCINU Sudan: Berbahagialah Hidup di Indonesia

Rais PCINU Sudan: Berbahagialah Hidup di Indonesia
Kegiatan rutinan MDS Rijalul Ansor Gebog, Kabupaten Kudus (Foto: NU Online Jateng/Falah)
Kegiatan rutinan MDS Rijalul Ansor Gebog, Kabupaten Kudus (Foto: NU Online Jateng/Falah)

Kudus, NU Online Jateng
Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus menggelar 'forum silaturahim sesama gus' se-Kacamatan Gebog bertempat di Pesantren Yanabiul Qur’an Karangmalang, Gebog. 


Acara yang dilaksanakan Jumat (22/7/2022) dihadiri oleh Habib Husein Al Jufri, KH Saadudin Nasih, dan KH Khafidzul Umam (Rais PCINU Sudan) berlangsung gayeng, santai, dan penuh keakraban. 


Rais Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan, Afrika KH Khafidzul Umam yang kebetulan sedang di Indonesia dan merupakan Warga Klumpit, Kecamatan Gebog menyampaikan, kiai zaman dulu itu orang yang alim, bijaksana, wirai, dan sifat-sifat baik yang menempel padanya.


"Kiai sekarang adalah seseorang yang ingin dipanggil kiai," terangnya. 

 

Dirinya juga menjelaskan pengalaman mencari ilmu di Sudan dengan lantangnnya menyebutkan berbahagialah hidup di Indonesia ada NU yang mengawal nilai-nilai toleransi dan kebangsaan.


"Jangan terkecoh slogan islami dari kelompok-kelompok tidak jelas. Cintai NU lahir dan batin, jangan mau enaknya saja tapi kalau gak enak ditinggalkan," tegasnya.


KH Sa'aduddin Annasih menjelaskan, sebuah kajian ilmu yakni ilmu akal menurut Ibnu Khaldun ada 3 kategori yakni akal tamyizi (pembeda)  anak kecil belum bisa membedakan antara coklat dan kotoran ayam, akal tajribi (empiris) berdasarkan pengalaman misal naik gunung. 


"Yang ketiga adalah akal nadhori (teoritis) gunung itu indah. Perubahan adalah sunnatullah, bagaimana agama bisa dikaji tanpa riwayat dan dirayat. Merespons perubahan dengan menggunakan akal dan semua disiplin ilmu. 


Untuk itu lanjutnya, mari kita siapkan semua lini para kader sesuai bidang keahliannya terlebih untuk para gawagis dan kiai muda agar selalu semangat berjihad fi medsos.


Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gebog Nailash Shofa menyampaikan bahwa Ansor telah melaksanakan kajian tentang metaverse, sekarang menyiapkan kader termasuk lewat MDS berdakwah Islam ala ahlussunnah waljamaah (Aswaja) An-Nahdliyah melalui platfom media.


"Sekarang eranya dakwah di semua media melalui platform digital terlebih media online, sudah saatnya kita berdakwah lewat media sosial," ucapnya.


Ketua MDS Rijalul Ansor Gebog Moh Anwar Yasfin kepada NU Online Jateng, Ahad (24/7/2022) berharap para gawagis (gus-gus, red) dan kiai muda NU berani menjawab tantangan dan memaksimalkan peluang di era disrupsi (perubahan secara masif, red) lewat Ansor Gebog.


"Perubahan adalah keniscayaan sesuai dengan kondisi zaman. Kita sebagai generasi muda NU dalam posisi apapun harus memaksimalkan peran agar tidak ketinggalan zaman. Jika saat ini era digital, maka kita harus melakukan dakwah dengan memanfaatkan teknologi, meski pertemuan tatap muka tetap diperlukan," pungkasnya.


Pengirim: Falah


Nasional Terbaru