• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Regional

Ansor Kudus Gelar Pelatihan Riset Kembangkan Potensi Peneliti Muda NU

Ansor Kudus Gelar Pelatihan Riset Kembangkan Potensi Peneliti Muda NU
Pelatihan penelitian PC Ansor Kudus (Foto: NU Online Jateng/Khozin)
Pelatihan penelitian PC Ansor Kudus (Foto: NU Online Jateng/Khozin)

Kudus, NU Online Jateng
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kudus menjalin kerja sama dengan Griya Riset Indonesia (GRI) Semarang untuk mengembangkan minat dan bakat para aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) di bidang penelitian.


Ketua PC GP Ansor Kudus Dasa Susila mengatakan, kegiatan pelatihan riset digelar untuk memberikan ruang berekspresi, berkreasi, dan berinovasi kepada aktivis Ansor yang memiliki minat di bidang penelitian atau riset.


"Dalam merealisasikan program ini kami menjalin kerja sama dengan GRI, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang riset dan penguatan nilai-nilai aswaja, berkantor pusat di Semarang," kata Dasa Susila di Kudus, Senin (27/6).


Disampaikan, kegiatan penelitian diikuti 35 orang peserta, komposisinya 27 orang utusan dari 9 PAC GP Ansor se-Kabupaten Kudus dan 8 orang dari Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Ansor Cabang Kudus.


"Selama sehari peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Alammu Hall, Colo, Dawe, Kudus dengan serius dan tekun. Paska pelatihan diharapkan semua peserta menyusun rencana tindak lanjut dan merealisasikannya," terangnya.


Direktur GRI Semarang Amriza Rois menjelaskan, materi pelatihan meliputi  
Dasar-Dasar Riset Penelitian Sosial dan Laporan Hasil Penelitian. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memiliki kemampuan memahami dasar-dasar riset mulai dari pengertian, metode, laporan, hingga pentingnya kegiatan riset bagi sebuah organisasi. 


Selain itu lanjutnya, juga memahami tujuan riset yang substansial di antaranya adalah untuk Explain (menjelaskan), Predict (memprediksi) dan Control (mengontrol). Dengan demikian nantinya peserta dapat memiliki kemampuan dalam memecahkan problem yang ada. 


Dikatakan, paska pelatihan diharapkan peserta bersegera melakukan riset tentang problematika di lingkungan masyarakat dan Ansor serta upaya pemecahan problem atau jalan keluarnya.

"Kemampuan menulis dan riset bukanlah bakat bawaan dari lahir. Itu bisa dilatih, diasah, dan bisa dipelajari oleh semua orang termasuk para aktivis Ansor," pungkasnya.


Pengirim: Khozin 


Regional Terbaru