• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Nasional

Rais NU Jateng Sebut Pilih Pengurus Harus Berdasar Musyawarah

Rais NU Jateng Sebut Pilih Pengurus Harus Berdasar Musyawarah
Rais PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Konfercab NU Demak (Foto: NU Onlline Jateng/Samsul)
Rais PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Konfercab NU Demak (Foto: NU Onlline Jateng/Samsul)

Demak, NU Online Jateng
Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menegaskan, sesuai Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU bahwa pemilihan ketua cabang harus melibatkan ranting. Artinya proses pemilihan diperluas, berbeda dengan sebelumnya. 


"Meskipun demikian, tetap berdasarkan musyawarah dan pemilih dianggap sebagai ahlul halli wal aqdi (Ahwa) yang memiliki ilmu dan integritas yang tinggi," ujarnya.


Penegasan itu disampaikan Kiai Ubaidullah pada acara pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Demak yang digelar di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Ahad (4/12/2022).


Dirinya meminta kriteria integritas dalam bentuk menghindari permainan politik uang (money politic) dalam proses pemilihan. Sebab jika hal ini terjadi maka berkahnya akan berkurang, oleh karena itu hal seperti ini harus dihindari.


"Jangan sampai ada janji-janji yang sifatnya menguntungkan pribadi. Saya berpesan, jangan sampai hal ini terjadi di NU," tegasnya.


Dijelaskan, kata 'nahdlah' adalah sauatu gerakan yang tidak ada bedanya dari sejak lahir zaman NU dipimpin oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari hingga sekarang, cuma ada sedikit-sedikit modifikasi. "NU sejak lahir hingga kiamat, satu nahdlah, satu nafas, dan satu gerakan yang tidak bisa dibeda-bedakan.


"NU harus berpegang pada qanun asasi, harus membaca petuah para ulama terdahulu. Apa yang telah ditulis dan dibukukan untuk dapat jadi pegangan para pengurus dalam menjalankan khidmahnya di NU," ucapnya.


Stand JRA Diserbu Pasien


Ada pemandangan berbeda di konfercab NU Demak. Jika di dalam Gedung IPHI ada kegiatan musyawarah yang dibagi dalam beberapa komisi, akan tetapi di arena bazar UMKM justru ramai oleh atraksi pameran dan penjualan produk karya warga NU.


Stand Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) misalnya, sejak dibuka tim JRA langsung melakukan praktik pengobatan gratis kepada pasien yang sudah antri sejak pagi. Didukung oleh tenaga ahli praktisi JRA, pihaknya melakukan pengobatan ala 'tibbun nabawi'


"Alhamdulillah stand JRA yang didukung oleh dipadati warga yang ingin berobat dengan jenis pengobatan ruqyah massal, ruqyah mini, ruqyah instansi, ruqyah pendidikan (untuk sekolah, ponpes, kampus dll), ruqyah tanah, bakti sosial, terapi thibbunnabawi, bekam, pijat, refleksi, dan sangkal putung berjalan sukses," ucap penanggung jawab ruqyah H Mohammad Nur Ihsan. 


Dirinya mengucapkan terima kasih atas dukungan PT Berlian Indomitra Sentosa, PT Japfa, PT New Hope, Mas Teguh Sapto Utomo, Susu Syifamilk, Susu Etawa, Bu Ika Julianti (owner Hydrowater), PT Triharmas Syari'ah, dan NU Online Jateng. Semoga di even lain bisa bekerjasama lagi. 


Dirinya berharap model-model pameran produk kewirausahaan pada even konfercab bisa diduplikasi di tingkat MWC, ranting, maupun badan otonom NU saay menggelar kegiatan yang melibatkab massa.


Penulis: M Ngisom Al-Barony


Nasional Terbaru