• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

Habib Luthfi: Kita Harus Bangga Punya Ulama Hiasi Masjidil Haram

Habib Luthfi: Kita Harus Bangga Punya Ulama Hiasi Masjidil Haram
Rais Aam Jatman Habib Luthfy bin Yahya (Foto: Dok)
Rais Aam Jatman Habib Luthfy bin Yahya (Foto: Dok)

Purbalingga, NU Online Jateng
Rais Aam Idarah Aliyah jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menegaskan, kita umat Islam harus bangga dengan kiprah Syekh Nahrowi Muhtarom Al-Banyumasi bisa mewarnai kegiatan ibadah dan pendidikan di Masjidil Haram, Makkah. 


"Umat Islam di Indonesia khususnya Purbalingga punya kebanggaan yang luar biasa. Karena Purbalingga telah melahirkan Syekh Nahrowi mewarnai keintelektualannya, keilmuannya, dan seorang guru thariqah yang pernah tinggal di Masjidil Haram," ujarnya.


Hal itu disampaikan Habib Luthfi yang juga ketua Ulama Sufi Dunia saat memberikan taushiyah di hadapan ribuan orang yang tumpah ruah di Alun-alun Purbalingga yang menghadiri haul akbar Sekh Nahrowi Muhtarom Al-Banyumasi, Sabtu (26/6) malam.


Dikatakan, keberadaan Syekh Ahmad Nahrowi di Masjidil Haram telah membuktikan bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang maju, bukan bangsa yang mundur. Habib Luthfy menyampaikan, saat itu kitab-kitab yang akan dicetak oleh para mualif apabila tidak ada tanda tangan oleh Syekh Ahmad Nahrowi maka tidak bisa dicetak. Hal ini karena Syekh Ahmad Nahrowi dikenal sebagai penashih terkuat. 
 

"Bangga tidak kita mempunyai ulama-ulama yang sejak dulu sudah mewarnai Masjidil Haram? Justru kebanggaan itu semakin hilang karena tidak merasa memiliki. Mengapa? Karena banyak manaqib sejarah-sejarah bangsa ini sudah mulai hilang," tegasnya.


Penggagas Haul Akbar Syekh Nahrowi Muhtarom Al-Banyumasi Habib Zen Al Attas menjelaskan, Syekh Nahrowi adalah ulama kelahiran Purbalingga pada tahun 1860. Kiai Nahrowi putra dari KH Hardja Muhammad dan Salamah. Kiai Harja adalah Imam Masjid Kauman Purbalingga, sekarang Masjid Agung Darussalam.


"Syekh Nahrowi memiliki kakak bernama KH Abu Ammar. Keduanya mendapatkan ilmu Islam dari ayahnya. Di usia 10 tahun Nahrowi kecil dan kakaknya berangkat ke Makkah untuk menimba ilmu," terangnya.


Setelah mengenyam ilmu yang dirasa cukup, kakaknya, KH Abu Amar pulang ke Purbalingga dan menjadi imam Masjid Agung Purbalingga. Sedangkan Syekh Nahrowi tetap tinggal di Makkah dan menjadi guru di situ.


"Di Masjidil Haram, Syekh Nahrowi Muhtarom diangkat oleh Pemerintah Saudi menjadi guru di Masjidil Haram. Bahkan, dengan tingkat keilmuannya, Syekh Nahrowi diangkat menjadi hakim agung di Arab Saudi," ucapnya.


Luasnya ilmu yang dimilikinya lanjutnya, namun tetap tawadu dan tidak mau menonjolkan ilmunya, banyak ulama dari belahan dunia menjadi muridnya. Sekh Nahrowi juga menjadi Mursyid Thariqah Syadziliyah yang mendapatkan ijazah kemursyidannya dari Syekh Muhammad Shalih seorang mufti Madzhab Hanafi di Makkah.


"Haul akbar kali ini digelar kali pertama untuk mengenalkan kembali bahwa Purbalingga pernah melahirkan ulama besar bertaraf internasional, Sayyid Syekh Ahmad Nahrowi Muhtarom Al-Banyumasi Al-Makky," ungkapnya.


Dalam rilisnya ke NU Online Jateng, Senin (27/6/2022) Ketua panitia Muhammad Nur Hidayat mengatakan, haul diawali dengan pembagian sembako dilanjutkan dengan karnaval seni budaya, kirab dan apel kebangsaan.


"Acara puncak menghadirkan Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan dan penampilan musisi Mustofa Debu asal Australia," pungkasnya.


Nasional Terbaru