• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Nasional

IDUL FITRI 1443 H

Ini Alasan Habib Luthfi bin Yahya Zakat Beras Ratusan Ton

Ini Alasan Habib Luthfi bin Yahya Zakat Beras Ratusan Ton
Habib Luthfi (tiga dari kiri) saat pengerahan zakat beras secara simbolis di kediamannya Pekalonan (Foto: Dok)
Habib Luthfi (tiga dari kiri) saat pengerahan zakat beras secara simbolis di kediamannya Pekalonan (Foto: Dok)

Pekalongan, NU Online Jateng
Lazimnya setiap akhir Ramadhan umat Muslim mengeluarkan zakat fitrah dengan ukuran 1 sha' (2,7 kg) setiap orang. Namun tidak demikian yang dilakukan Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya. 


Zakat fitrah yang ditunaikan keluarga Habib Luthfi Pekalongan setiap tahun semakin bertambah jumlahnya. Tak hanya dalam hitungan kwintal zakat fitrah yang dibayarkan. Bahkan totalnya sudah menyentuh ratusan ton sejak beberapa tahun terakhir. 


"Tahun 1443 Hijriah ini, Habib Luthfi bin Yahya mengeluarkan zakat fitrah sejumlah 400 ton beras," ujar H Ahmad Tubagus Surur, salah seorang santrinya kepada NU Online Jateng, Selasa (3/5/2022) 


Apa yang mendasari Habib Luthfi setiap tahun berzakat fitrah melebihi ukuran yang semestinya? Tubagus Surur yang juga Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan menjelaskan, Habib Luthfi setiap malam takbiran Hari Raya Idul Fitri memberikan zakat fitrah kepada anak-anak yatim, para janda, dan orang-orang miskin.  


"Ada beberapa peristiwa yang menjadi asbabnya. Antara lain, pada tahun 1965 ketika Abah (panggilan akrabnya, red) mondok di Bendokerep Cirebon, Jawa Barat selalu puasa Dahr, yakni puasa terus-menerus dan hanya berhenti pada hari-hari yang diharamkan. Setiap hari hanya buka dan sahur mentimun rebus. Beberapa tahun kemudian, hanya ketela pohon 3 ruas jari untuk buka dan sahur," ucap Tubagus mengisahkan.


Suatu ketika pada tengah malam lanjutnya, Habib Luthfi mendengar sayup-sayup suara tangisan bayi yang menyayat hati. Semakin lama, tangisan itu semakin kencang. Kemudian, Abah keluar kamar mencari sumber suara. Ia pun berjalan menembus kegelapan malam menyeberangi sungai. Langkahnya kemudian terhenti di sebuah gubug di pinggir sungai. Ternyata, itu rumah seorang janda yang baru ditinggal suaminya.  


“Abah lalu mengetuk pintu dan bertanya pada ibunya. Adik kenapa, Bu? Sakit, jawab sang ibu. Tetapi, saya tidak percaya karena tangis anak tersebut tidak wajar. Kemudian saya dekati anak yang masih dalam gendongan ibunya itu," terangnya.  


Menurut Habib Luthfi, ternyata anak tersebut kelaparan karena sejak pagi belum makan. Mengetahui hal itu, ia pun lari ke pondok mengambil dua ruas ketela pohon persediaan sahur untuk diberikan kepada anak tersebut.  


"Nah, ketika Abah mengacungkan ketela anak tersebut langsung merebut dan memakannya dengan lahap," cerita Habib Luthfi.  


Melihat kejadian memilukan itu, tak terasa air matanya mengalir deras seraya berdoa, ‘Ya Allah, jika Engkau berikan padaku pangkat apapun, aku mohon perkenankanlah diriku untuk memberi santunan kepada anak-anak yatim setiap malam hari raya'.  


"Alhamdulillah, doa Abah dikabulkan oleh Allah SWT. Setiap malam hari raya, Abah mengantarkan sendiri beras zakat kepada mereka. Bahkan, sering saya ikut memanggul sendiri," bebernya.   


Bahkan, sejak diberi kelebihan rezeki oleh Allah SWT dari tahun ke tahun zakat fitrah yang dikeluarkan selalu bertambah dari beberapa kwintal menjadi beberapa ton, puluhan, bahkan kini ratusan ton dikeluarkan habib bernama lengkap Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya ini.   


Teladan Kepedulian 


Tubagus Surur menyampaikan, apa yang disampaikan Habib Luthfi sehingga mengeluarkan zakat fitrah melebihi ukurannya sejatinya bukan melihat jumlah zakat yang dibayarkannya, melainkan sikap kepeduliannya kepada sesama yang harus ditiru. 


"Lebih-lebih saat bangsa Indonesia dilanda pandemi Covid-19, sikap kedermawanan dan keteladanan dengan peduli sesama yang harus dikedepankan," ucap Tubagus. 


Sebelum menyalurkan sejumlah zakat fitrah tahun 1441 Hijriyah, Habib Luthfi yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu mengatakan, apa yang dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat komitmen kebangsaan di tengah pandemi Covid-19. 


Zakat Beras 400 Ton


Habib Luthfi dan keluarga pada malam idul fitri 1443 Hijriah kemarin telah membayar zakat lebih banyak daripada tahun sebelumnya. "Jika tahun sebelumnya Abah hanya mengeluarkan zakat fitrah sebanyak 220 ton. Tahun ada Abah mengeluarkan zakat fitrah sebanyak 400 ton," ujar santri Habib Luthfi, Rohman.


"Pendistribusiannya telah dilakukan sejak awal Ramadhan dan puncaknya pada malam idul fitri dibantu dari berbagai pihak termasuk dari Danlanal Tegal, Armed Magelang, Polres, Kodim, Banser, para santri, dan berbagai pihak," ucapnya.


Orang dekat Habib Luthfi ini berharap, apa yang telah dilakukan semata-mata ingin membantu masyarakat yang sangat membutuhkan, terutama golongan masyarakat kurang mampu, yatim piatu, dan berbagai kelompok masyarakat, sehingga lebaran tahun ini bisa bergembira bersama.


Penulis: M Ngisom Al-Barony


Nasional Terbaru