• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Keislaman

Para Nabi yang Makamnya di Masjidil Aqsha

Para Nabi yang Makamnya di Masjidil Aqsha
Masjidil Aqsha. (Foto via Wikimedia) ___ Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)
Masjidil Aqsha. (Foto via Wikimedia) ___ Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)

Salah satu negara yang sangat dimuliakan oleh umat Islam adalah Palestina. Negara ini memiliki catatan sejarah dan simbol-simbol Islam yang sangat banyak, dan juga menjadi sejarah perjuangan dan dakwah para nabi dan rasul zaman dahulu, untuk mengajak beriman dan meng-Esakan Allah swt. 

 

Salah satu bukti dari semua itu adalah keberadaan Masjidil Aqsha. Masjidi ini merupakan salah satu masjid tertua dalam sejarah umat Islam. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, masjid ini dibangun pertama kali oleh Nabi Adam as, kemudian disempurnakan oleh Nabi Daud, dan disempurnakan lagi oleh Nabi Sulaiman. Oleh karena itu, tidak heran jika masjid ini sangat dimuliakan dalam Islam. 

 

Selain menjadi salah satu masjid tertua, Masjidil Aqsha memiliki catatan sejarah yang sangat banyak perihal dimulainya perjalanan kenabian para utusan Allah sebelum Nabi Muhammad saw. Bahkan dalam sejarah umat Islam pun, ia juga pernah dijadikan kiblat sebelum kemudian berubah kembali menghadap Ka’bah hingga saat ini. 

 

Ia juga menjadi saksi sejarah luar biasa ketika Allah swt memperjalankan Rasulullah dari Masjidil Haram Makkah, menuju Masjidil Aqsha di Palestina, yang dikenal dengan peristiwa Isra, kemudian dinaikkannya Rasulullah dari Masjidil Aqsha untuk melintasi lapisan-lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau pengetahuan malaikat, manusia, maupun jin, yang dikenal dengan mi’raj. Kisah ini sebagaimana telah diabadikan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman: 

 

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 

 

Artinya, “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS Al-Isra’ [17]: 1). 

 

Berdasarkan keagungan dan kemuliaan yang ada pada Masjidil Aqsha, maka setiap ibadah-ibadah yang dilakukan oleh umat Islam di masjid tersebut memiliki nilai pahala dan keutamaan yang lebih besar daripada ibadah-ibadah yang dilakukan di selain mesjid tersebut. Karena itu, Rasulullah tidak melarang bagi siapa saja untuk bepergian menuju masjid tersebut, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Bukhari, nabi bersabda:

 

 لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدُ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي، وَبَيْتُ الْمَقْدِسِ 

 

Artinya, “Janganlah kamu mengencangkan pelana (melakukan perjalanan jauh) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu: (1) Masjidil Haram; (2) masjidku (Masjid Nabawi); dan (3) Masjidil Aqsha.” 

 

Para Nabi yang Dimakamkan di Palestina 


Selain menjadi saksi sejarah terjadinya peristiwa Isra dan Mi’raj, sekaligus keberadaan Masjidil Aqsha yang suci, Palestina juga menjadi tempat dimakamkannya para nabi dan rasul. Pendapat ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Abul Fida Ismail bin Umar ad-Dimisyqi, atau yang dikenal dengan Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H). 

 

Menurut Ibnu Katsir, para nabi yang dimakamkan di Palestina di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq Dan Nabi Ya’qub as. Makam ketiga utusan Allah ini terletak di kota Hebron atau al-Khalil, sebuah kota tua Palestina yang terletak di wilayah bagian barat. Dalam kitabnya ia mengatakan:

 

 فَقَبْرُهُ وَقَبْرُ وَلَدِهِ اِسْحَقَ وَقَبْرُ وَلَدِ وَلَدِهِ يَعْقُوْبَ بِبَلَدِ حَبْرُوْنَ وَهُوَ الْبَلَدُ الْمَعْرُوْفُ بِالْخَلِيْلِ الْيَوْمَ وَهَذَا تَلقى بِالتَّوَاتُرِ أُمَّةً بَعْدَ أُمَّةٍ 

 

Artinya, “Adapun makamnya (Nabi Ibrahim), dan makam putranya Nabi Ishaq, dan makam cicitnya Nabi Ya’qub itu di kota Hebron, yang dikenal dengan al-Khalil saat ini. Dan ini sudah tersebar dengan valid mulai dari umat terdahulu hingga umat berikutnya.” (Imam Ibnu Katsir, al-Bidayah wan Nihayah, [Beirut, Darul Ihya at-Turats: 1988], juz I, halaman 202). 

 

Selain  nama-nama nabi di atas, Palestina juga menjadi salah satu tempat dimakamkannya para sahabat nabi, di antaranya adalah sahabat Ubadah bin Shamit, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, dan sahabat-sahabat lainnya. 

 

Itulah penjelasan perihal nama-nama para nabi yang dimakamkan di Majidil Aqsha. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. 

 

Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur. 

 

Sumber: NU Online

 


Keislaman Terbaru