• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Dinamika

Duet Kiai Misbah dan Kiai Soleh Terpilih Pimpin PRNU Bulungan Jepara 

Duet Kiai Misbah dan Kiai Soleh Terpilih Pimpin PRNU Bulungan Jepara 
Kegiatan Musran Ranting NU Bulunga, Pakis Aji, Jepara (Foto: NU Online Jateng/Ahmad Al-Maruf)
Kegiatan Musran Ranting NU Bulunga, Pakis Aji, Jepara (Foto: NU Online Jateng/Ahmad Al-Maruf)

Jepara, NU Online Jateng
Kantor NU Ranting Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara yang berlokasi di Jalan Raya Bulungan-Kecapi menjadi saksi terpilihnya Kiai Soleh menjadi Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bulungan masa khidmah 2024 - 2029.


Proses pemilihan ketua didahului dengan pemilihan rais dilaksanakan oleh Tim Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang menyepakati Kiai Misbahus Surur sebagai Rais NU Ranting Bulungan.


Ketua PRNU Bulungan terpilih Kiai Soleh mengatakan, setelah terpilih dirinya memiliki kewajiban memegang amanah yang diberikan. Kendati demikan, dirinya akan tetap melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan periode sebelumnya sekaligus meningkatkannya.


“Saya menyampaikan terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya, Ke depan, kami melanjutkan apa yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan periode sebelumnya, yang kurang kami isi dan yang sudah ada akan kami tambahkan lagi, sehingga bisa tercapai apa yang menjadi tujuan organisasi," ucapnya.


Menurutnya, proses pemilihan secara demokratis melalui mekanisme Musyawarah Ranting (Musran) serta pemungutan suara secara langsung dan rahasia. Musran yang digelar panitia kali ini sedikit berbeda, karena dikemas ala muktamar.


"Musran dilangsungkan mulai pukul 20.00 malam hingga selesai pada pukul 23.55 pada Ahad (28/1/2024). Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta melalui daftar hadir Musran, pembukaan, sambutan-sambutan. Lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan sidang pleno I, II, dan III," terangnya.


Dalam Musran lanjutnya, ada tiga tahapan sidang pleno. Tahap pertama pembahasan tata tertib Musran, yakni Anggaran Rumah Tangga (ART) Ranting NU Bulungan dalam 5 tahun ke depan, serta tata cara pemilihan rais dan ketua ranting.


"Selanjutnya, sidang pleno kedua, ketua ranting NU periode lama membacakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di hadapan semua peserta Musran. Terakhir, sidang pleno ketiga, jajaran pengurus ranting NU periode lama di demisionerkan oleh Rais, kemudian dilakukan pemilihan rais dan ketua ranting," ungkapnya.


Pemimpin sidang Kiai Mahmudun yang juga Ketua MWCNU Pakis Aji kepada NU Online Jateng, Senin (29/1/2024) menjelaskan, pemilihan rais dilakukan melalui AHWA oleh sejumlah ulama yang hadir, sedangkan untuk menentukan ketua ranting NU dilakukan secara pemungutan suara langsung terhadap kandidat ketua hasil pemilihan peserta.


"Dalam pemilihan ketua ranting NU dan rais kami melakukan 3 tahapan sidang pleno bertujuan untuk memberikan edukasi bagi semua jajaran NU di tingkat ranting Bulungan, terutama generasi muda NU yaitu GP Ansor, IPNU dan IPPNU," pungkasnya.


Pengirim: Ahmad Al-Ma'ruf


Dinamika Terbaru