• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Selasa, 31 Januari 2023

Tokoh

Kiai Dian Nafi dan Aktivitasnya di Nahdlatul Ulama

Kiai Dian Nafi dan Aktivitasnya di Nahdlatul Ulama
Almaghfurlah KH Dian Nafi (Foto: nu online)
Almaghfurlah KH Dian Nafi (Foto: nu online)

Kiai Dian merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad, Windan, Sukoharjo. Almarhum merupakan putra dari KH Ahmad Djisam Abdul Manan, Perintis Pondok Pesantren An-Najah, Gondang, Sragen. Setamat dari sekolah dasar, Kiai Dian melanjutkan studi di tingkat Tsanawiyah dan Aliyah di Pondok Pesantren Al-Muayyad. Kemudian, ia menempuh pendidikan tingginya di Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS). 


Aktivitasnya di NU bukanlah hal baru. Pasalnya, sedari menempuh pendidikan menengah, sosoknya sudah aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Saat mahasiswa, Almarhum juga aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemudian di Gerakan Pemuda Ansor. Aktivitas di badan-badan otonom NU itu membuatnya diberikan amanah sebagai Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surakarta. Sebelum dipercaya menjadi Ketua RMINU pusat, Kiai Dian Nafi aktif di PWNU Jawa Tengah sebagai Wakil Rais masa khidmah 2018-2023.


Keaktifan dalam ber-NU ini juga yang menjadikannya dipercaya menjadi Ketua RMI PBNU periode 2022-2027, lembaga NU yang menangani pesantren. Beliau dikukuhkan bersama pengurus lainnya di Aula Institut Agama Islam Cipasung (IAIC), Cipakat, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (24/3/2022).


Kiai Dian juga memiliki pengalaman yang luas di tingkat internasional. Ia pernah terlibat dalam Disaster Management Training di Africa University Zimbabwe, Education in Religion for Communitiy Consultation di Agia Napa, Siprus (2001), Asia Africa People Forum di Kolombo (2003), Indonesia Pesantren Program di Amherst, Massachusetts, USA (2003), dan Summer Peace Building Institute di Harrisonburg, Virginia, USA (2005). 


Kiai Dian juga aktif dalam menangani berbagai konflik di Indonesia. Ia terlibat dalam Tim Independen Rekonsiliasi Ambon (TIRA), Tim Pemberdayaan Masyarakat Pasca-Konflik (TPMPK) Maluku Utara, dan lembaga-lembaga lainnya seperti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjahmada, Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian (PSPP) Yogyakarta, Pusat Pemberdayaan untuk Rekonsiliasi dan Perdamaian (PPRP) Jakarta, Crisis Centre Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, hingga Common Ground Indonesia.


Pada tanggal 1 Oktober 2022 lalu KHM Dian Nafi', mantan Wakil Rais PWNU Jawa Tengah wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta pada pukul 18.48 WIB.


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah HM Muzamil ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Kiai Dian Nafi. Dirinya bersaksi Kiai Dian Nafi orang baik dan totalitas berkhidmah di NU.


"Atas nama keluarga besar NU Jawa Tengah, kami menyampikan rasa duka yang mendalam, semoga segala amalnya diterima oleh Allah Taala dan segala dosanya diampuni oleh-Nya," ucapnya.


Diketahui, sebelumnya Kiai Dian sempat menurun kondisi fisiknya sepulang dari menjalankan ibadah haji, beberapa waktu yang lalu. Sebelum dirawat di Jakarta, Kiai Dian yang pernah menjadi Ketua PCNU Kota Surakarta (1998-2003) dan Wakil Rais PWNU Jateng, juga sempat menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Solo. Lahul fatihah. (*)
 


Tokoh Terbaru