• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Tokoh

Kiai Abdur Rosyid Seorang Ulama Sufi dan Pendiri NU Jepara

Kiai Abdur Rosyid Seorang Ulama Sufi dan Pendiri NU Jepara
Almaghfurlah KH Abdur Rosyid Jepara (Foto: laduni.id)
Almaghfurlah KH Abdur Rosyid Jepara (Foto: laduni.id)

Lebih dari 90 % jumlah umat Islam di Indonesia menganut Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah. Kondisi sosial ini tidak lepas dari jerih payah dan perjuangan salah satu ulama yang berjasa dalam merintis dan mengembangkan ajaran Nahdlatul Ulama (NU) di daerah tersebut.


Tersebutlah sesosok nama Almaghfurlah KH Abdur Rosyid Saripan Jepara dilahirkan pada tahun 1906 di Jepara. Kiai Abdur Rosyid merupakan putra sulung dari KH Muhammad Zain bin Raden Ngabehi Brontodiwiryo atau Kiai Sulaiman dengan nama kecil Muqoddas. Menurut cerita lisan dari para orang tua, Kiai Sulaiman yang terkenal dengan sebutan Kiai Boang ini adalah putra Pangeran Diponegoro.


Mbah Rosyid mempunyai dua adik kandung yaitu KH Chaidar dan Ibu Nyai Hj Mukarromah (Istri dari KH Ahmad Fauzan). Sejak usia belia Kiai Abdur Rosid menimba ilmu langsung dari ayahnya, selain itu juga menimba ilmu di Pesantren Darussalam Saripan Jepara di bawah asuhan KH Abdul Qodir (suami bibinya yang kelak menjadi mertuanya). Setelah itu beliau menimba ilmu di Pesantren KH Khalil Kasingan, Rembang dilanjutkan ke Pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan langsung Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Dari Tebuireng Kiai Rosyid pergi haji ke Makkah dan bermukim di sana selama 3 tahun untuk meningkatkan ilmu pengetahuan utamanya ilmu-ilmu agama.


Konsentrasi pada Masyarakat


Dikutip dari laman laduni.id dikisahkan, sepulang dari Makkah Kiai Rosyid membantu mengajar di Pesantren Darussalam Saripan Jepara dan memberikan pengajian dari satu desa ke desa lainnya, di antaranya secara rutin memberikan pengajian di Masjid Purwogondo yang terletak 18 Km dari kediamannya setiap dua kali dalam seminggu, sikap istiqamah dalam menyebarkan agama Islam terbukti dengan tetap mengajar rutin meskipun yang hadir satu orang.


Sikap istiqamahnya seakan belum cukup, sembari mendakwahkan tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Kiai Abdur Roshid melengkapi jalan dakwah dengan sikap sabar, ikhlas serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melihat realitas masyarakat pedesaan yang pada waktu itu umumnya masih banyak kaum duafa, yatim, fakir dan miskin yang memerlukan santunan, maka tergeraklah hati Kiai Abdur Roshid bersama adik iparnya KH Ahmad fauzan menghimpun aghniya untuk menyantuni mereka terutama menjelang idul fitri dan hari Asyura, kegiatan ini masih berlangsung sampai sekarang. Selain berjuang dalam agama dan sosial, juga ikut berperan aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajah


Sang Perintis NU dan Menulis Buku


Sebagai seorang ulama yang lahir dan besar di tengah-tengah pesantren, maka semangat dalam menyebarluaskan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah merupakan sebuah sikap niscaya darinya, baik melalui lisan maupun tulisan, di antara kitab yang ditulis untuk memasyarakatkan Aswaja adalah Kitab Tarjamatu Al-Tauhid Li Ibtidail Murid dan As-ilatul Waro, kitab ini berisi himpunan tanya jawab tentang dasar-dasar hukum amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaah.


Sebagai perintis berdirinya Nahdlatul Ulama di daerah Jepara, kiai yang wirai ini tidak pernah absen dari perjuangan NU dengan berkhidmah sebagai Rais NU Cabang Jepara dan Mustasyar NU Jawa Tengah, selain itu Kiai Rosyid juga ikut memprakarsai berdirinya lembaga pendidikan formal yaitu Madrasah Al-Islam Saripan Jepara yang terdiri dari berbagai jenjang SD, MI, MTs, Madin Awaliyah, dan Madin Wustho di bawah naungan LP Ma’arif Jepara.

 
KH Abdur Rosyid wafat pada tanggal 11 Dzulqo’dah 1401 H/9 November 1981 dengan meninggalkan 14 anak dan 33 cucu. Kiai Abdur Roshid dimakamkan di Pemakaman Gandrung Potroyudan Jepara, ribuan kaum muslimin serta ulama Jawa Tengah mengantarkan jenazahnya, karib Kiai Abdur Roshid Al Qutub Prof Dr Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih Al Alawy Pengasuh Pesantren Darl Hadits Malang yang menalqin jenazah beliau di Maqbarah.


Semoga kita senantiasa diberi kekuatan Allah SWT mampu meneladani dan meneruskan cita-cita perjuangannya. Lahul Fatihah


Tokoh Terbaru