• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Taushiyah

Seberangi Lautan Tak bertepi

Seberangi Lautan Tak bertepi
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Menyeberangi lautan tak bertepi adalah gambaran orang yang suka berangan-angan untuk meraih sesuatu tapi tidak melakukan sesuatu untuk mendapatkannya. Ia hanya mengkhayal seandainya aku begini, aku begitu maka aku akan menjadi begini atau menjadi begitu.

   
Mengkhayal adalah kebiasaan orang-orang yang berjiwa kerdil. Khayalan tanpa usaha untuk mendapatkan apa yang diangankan hanyalah ombak besar yang akan mengombang-ambingkan hidupnya lalu menghempasnya dan berujung tenggelam. Ya, penghayal itu telah tenggelam dalam khayalan panjang tanpa hasil nyata.

   
Ketahuilah! Hawa nafsu akan memalingkan seseorang dari kebenaran, sedangkan angan-angan panjang akan melupakan akhirat. Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu mengatakan:


إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ اتِّبَاعُ الْهَوَى، وَطُولُ الْأَمَلِ. فَأَمَّا اتِّبَاعُ الْهَوَى فَيَصُدُّ عَنِ الْحَقِّ، وَأَمَّا طُولُ الْأَمَلِ فَيُنْسِي الْآخِرَةَ


Artinya:
Perkara yang paling aku takutkan adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Adapun mengikuti hawa nafsu, ia akan memalingkan dari kebenaran. Adapun panjang angan-angan, ia akan membuat lupa akan akhirat.


Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri


Taushiyah Terbaru