• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Selasa, 31 Januari 2023

Taushiyah

Madinah Lokasi Hijrah yang Dipilihkan

Madinah Lokasi Hijrah yang Dipilihkan
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Meninggalkan kampung halaman untuk selamanya dan tinggal di kampung atau negeri orang adalah berat, seperti kata pepatah 'Hujan emas di negeri orang lebih baik hujan batu di negeri sendiri', senangnya hidup di negeri orang lebih senang hidup di negeri sendiri.

   
Hijrah dari Makkah ke Madinah bukan pilihan yang sederhana, terutama bagi orang yang sosial ekonominya mapan, belum lagi di tambah jauhnya perjalanan yang berupa hamparan padang pasir berhias gunung-gunung batu terjal tanpa pepohonan dan bangunan rumah di kanan kirinya tentu menjadikan suasana gelap di malam hari dan sangat panas di siangnya.

   
Sejauh kurang lebih 400 (empat ratus) kilometer dengan jarak tempuh 4-5 (empat sampai lima) jam dengan bus ber Ac tentu menjadi sangat lama dan berhari-hari ketika ditempuh dengan jalan kaki. Sungguh perjalanan yang sangat berat dan menyusahkan.

   
Kalau dilihat dari beratnya perjalanan dan beban psikhis yang ada, tentu hal ini bukanlah pilihan yang mudah, apalagi harus meninggalkan harta benda dan keluaga yang belum sejalan dalam keimanan di kampung halaman. 


Meski berat dan berat, hijrah ke Madinah tetap harus dilaksanakan dalam rangka memenuhi perintah Allah SWT. Madinah adalan tempat hijrah yang ditunjukkan oleh Allah SWT melalui wahyu kenabian.


Hadits nabi:


رَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أُهَاجِرُ مِنْ مَكَّةَ إِلَى أَرْضٍ بِهَا نَخْلٌ فَذَهَبَ وَهَلِي إِلَى أَنَّهَا الْيَمَامَةُ أَوْ هَجَرُ فَإِذَا هِيَ الْمَدِينَةُ يَثْرِبُ


Artinya:
Aku pernah mimpi berhijrah (pindah) dari Makkah menuju suatu tempat yang ada pohon kurmanya. Lalu aku mengira daerah itu ialah Yamamah atau Hajr, (namun) ternyata daerah itu adalah Yatsrib (Madinah). (HR Bukhari)


Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri


Taushiyah Terbaru