• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 30 Juni 2022

Regional

MWCNU Gumelar dan Ranting Cihonje Banyumas Dilantik, Ini Pesan PCNU

MWCNU Gumelar dan Ranting Cihonje Banyumas Dilantik, Ini Pesan PCNU
Kegiatan pelantikan pengurus MWCNU di Banyumas (Foto: NU Online Jateng/Witno)
Kegiatan pelantikan pengurus MWCNU di Banyumas (Foto: NU Online Jateng/Witno)

Banyumas, NU Online Jateng
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas KH Sabar Munanto melantik Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gumelar sekaligus Pengurus Ranting NU Desa Cihonje di Aula SMP Diponegoro Gumelar pada Selasa (21/6/2022) siang.


Dalam kesempatan itu ia berpesan supaya para pengurus MWC dan Ranting NU segera susun program kerja. Menurutnya hal itu sangat penting, agar Ranting dan MWCNU terintegrasi dengan program Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).


“Program itu dimusyawarahkan, namanya Musyawarah Kerja (Musker) paling tidak bulan Juli. Nanti diambil yang di sini itu yang sesuai apa, ada juga tim yang menyiapkan materi musker,” ujarnya.


Kiai Sabar berpesan kepada beberapa lembaga-lembaga di MWCNU Gumelar yakni Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU harus bisa mengelola sekolah-sekolah yang berada dalam naungan LP Ma’arif.


“Jadi semakin banyak lembaga pendidikannya dan itu berhasil berkembang dan maju bisa mendapatkan poin tambahan, misalnya menjadi MWC kelas satu. Kalau ada Konfercab bisa mendapatkan jatah tiga suara,” ujarnya.


Kedua lanjutnya, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU). Ia berpesan bahwa LDNU di tingkat kecamatan harus bisa mencerminkan cara berdakwah seperti Rasulullah. Menurutnya, cara dakwah yang santun menjadi cara yang paling utama.


“Kalau ada orang tidak shalat jamaah di masjid itu jangan dimarahi, tapi harus berfikir bagaimana caranya supaya orang-orang pada mau jamaah, jangan dimusuhi. Ada lagi orang Islam suka mengkafirkan, ya kalau mau diajak diskusi. Akan tetapi kalau mereka tidak mau sampai mati, berarti Allah SWT tidak memberikan hidayah,” ungkapnya.


Yang ketiga menurutnya Lembaga Takmir Masjid (LTM). LTM tingkat kecamatan menurutnya harus bisa menata manajemenya. Masjid jangan mengutamakan kemegahan tapi harus indah, bersih, dan rapi. 


“Nggak ada masjid dibangun menara dulu tapi kamar mandinya morak-marik,” ucapnya. 


Ketua MWCNU Gumelar Warkim mengaku siap merealisasikan program-program yang telah diputuskan melalui konferensi. Dirinya mohon dukungan dan doa restu agar segenap pengurus yang sudah dilantik bisa kompak dan bersatu.


"Tanpa kekompakan, mustahil program-program MWCNU bisa direalisasikan," pungkasnya.


Pengirim: Suwitno


Regional Terbaru