Manfaatkan Masa Libur Anak dengan Pesantren Kilat untuk Perkuat Akhlak
Kamis, 6 Juli 2023 | 13:00 WIB

Para santri saat sedang menyimak penjelasan ustadz di Pesantren Kilat Al-Amin (Foto: NU Online Jateng/Riqi)
Ahmad Rifqi Hidayat
Penulis
Semarang, NU Online Jateng
Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) Al-Amin Gunungpati, Kota Semarang menggelar kegiatan pesantren kilat selama 2 pekan.
Ketua Yayasan Al-Amin Kradenan Lama Imam Syafaat mengatakan, pesantren kilat memanfaatkan momen libur sekolah untuk memperkuat akhlak yang mulia pada diri anak.
"Jangan sampai masa libur anak habis hanya untuk bermain, apalagi main gadget. Sudah seharusnya memanfaatkan waktu libur untuk memperkuat penanaman pendidikan akhlak pada anak," ujarnya Rabu (5/7/2023)
Dosen Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ini lantas mengingatkan agar aksi bullying pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Semarang yang sempat viral sebagai contoh perilaku negatif yang jangan sampai terulang.
"Jangan sampai ada lagi ada aksi bullying seperti yang sempat viral itu," ucapnya.
Disampaikan, kegiatan dikemas menyesuaikan kebutuhan anak, sehingga kegiatan yang diikuti 200 anak tidak hanya berkutat pada materi ruangan saja, ada materi outbond kepemimpinan, dan sebagainya.
"Pada sesi pembukaan, peserta mengikuti jalan santai keliling wilayah Kradenan dan ditutup dengan pembagian doorprise," terangnya.
Pengurus Badan Koordinasi (Badko) LPQ Gunungpati Ustadz Ahmad Sholeh AH mengapresiasi terobosan tersebut. Dirinya meminta agar masyarakat mendukung kegiatan tersebut.
"Pesantren kilat pada masa libur sekolah ini merupakan terobosan yang baik, menarik, dan masyarakat harus mendukung hal ini," ujarnya.
Dirinya berpesan, karakteristik ahlussunnah wal-jamaah (Aswaja) sebagai Islam yang membumi di Nusantara bisa tertanam dengan baik. Sehingga dapat meminimalisir pergesekan yang tidak perlu di masa mendatang.
"Penanaman akidah dan amaliyah Islam aswaja atau Islam yang membumi dengan Nusantara ini juga perlu mengingat model paham keislaman ini paling moderat sehingga menjadikan tatanan masyarakat religius yang santun dan saling menghormati," ucapnya.
Wakil ketua Jam'iyyatul Qurra' wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang ini juga berharap agar pesantren kilat bisa menjadi motivasi anak untuk melanjutkan pendidikan di pesantren.
"Hal lain yang tak kalah pentingnya juga mengajak anak untuk terbiasa dengan pola pendidikan pesantren, dan menarik minta anak untuk mau mondok, jadi santri," pungkasnya.
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Terpopuler
1
LPBI PWNU Jateng Terjunkan Tim Bantu Korban Bencana Tanah Gerak di Brebes
2
Halal Bihalal IKA UIN Gus Dur Pekalongan, Perkuat Silaturahmi di Era Disrupsi
3
LP Ma’arif dan IPNU-IPPNU Jateng Gelar TOT: Bergerak Bersama Pelajar Berbudaya Annahdliyah
4
LBH Ansor Kendal Teguhkan Militansi Kader di PKD Boja: Bangun Generasi Melek Hukum dan Berakhlak
5
Ibu-Ibu IHM NU Weleri Kendal Sambangi Rumah Calhaj, Bawa Doa dan Semangat Persaudaraan
6
Prof Helmy Purwanto Dilantik sebagai Rektor Unwahas Periode 2025–2029
Terkini
Lihat Semua