• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Regional

Lesbumi NU Jateng Kembali Gelar Hajatan Majelis Budaya

Lesbumi NU Jateng Kembali Gelar Hajatan Majelis Budaya
Timur Suprabama di hajatan Majelis Budaya Lesbumi NU jateng episode 1 (Foto: Dok)
Timur Suprabama di hajatan Majelis Budaya Lesbumi NU jateng episode 1 (Foto: Dok)

Semarang, NU Online Jateng
Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah menyelenggarakan hajatan Majelis Budaya 2 dengan tajuk 'Intimate Session With Gunawan Budi Susanto'.


Bertempat di Kalua Kopi, Jl Dempel Berlian Raya No 2 Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang berbicara sepak terjang Gunawan Budi Susanto yang akrab di panggil Kang Putu. 


Acara dilaksanakan pada Rabu (10/8/2022) pukul 20.00 Wib terbuka untuk umum. Informasi ini sekaligus undangan dan disediakan 20 porsi kopi dan camilan gratis bagi pengunjung yang awal datang.


Ketua Lesbumi NU Jawa Tengah Lukni Maulana mengatakan, majelis budaya sudah masuk episode kedua. Sebelumnya 'Intimate Session With Eko Tunas' yang berbicara beragam hal tentang budaya.
 

“Majelis Budaya akan diselenggarakan dwi mingguan bertempat di warung kopi dengan target sasaran selain para seniman yakni kelompok milenial terlebih untuk penikmat kopi,” terangnya dalam siaran pers yang dikirim ke NU Online Jateng, Selasa (9/8/2022).


Disampaikan, majelis budaya #2 Intimate Session With Gunawan Budi Susanto akan dimoderatori Ardi Kafha, sedangkan pembaca puisi Achiar M Permana dan Slamet Priyatin serta pemusik Imran Amirullah.


"Sebelumnya, episode pertama majelis budaya budayawan Eko Tunas menyampaikan pentingnya menuju politik kebudayaan. Para pendahulu telah menanamkan politik kebudayaan, tapi orde baru mengubahnya menjadi politik ekonomi,” ujarnya.


Eko Tunas mengatakan, ujung dari benaluisasi itu adalah kapitalisme-liberalisme, hingga di era reformasi kini. Maka untuk kembali ke tumbuh Pancasila adalah mengembalikan politik ekonomi ke politik kebudayaan.


“Dasar pemikiran inilah yang antara lain dan mesti, menjadi usaha para seniman Indonesia sebagai kreativitas dalam berkarya,” imbuhnya.


Kang Putu pemilik kedai kopi merupakan sosok multitalenta, ia menulis puisi, cerpen, esai, kolom, artikel, liputan hingga novel. Menjadi redaktur, dosen hingga menyelenggarakan kelas-kelas di kedai miliknya yakni Kedai Kopi Kang Putu.


Soal karya jangan diragukan lagi, adapun karya-karyanya seperti buku kumpulan kolom 'Kesaksian Kluprut' diterbitkan Yayasan Sastra Merdeka Semarang, Kumpulan Esai-Reportase Edan-Edanan Pada Zaman Edan, Nyanyian Penggali Kubur, Dua Perempuan, Penjagal itu Telah Mati  dan Dendam.


Majelis Budaya pertama dihadiri banyak tokoh selain pembaca puisi yakni Beno Siang Pamungkas yang diiringi music Yanuar Kurniawan. Hadir pula Timur Sinar Suprabana, Kelana Siwi, Slamet Unggul, Fransiska Ambar Kristyani, Widiyartono Radyan, dan lain-lain.


Regional Terbaru