• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Regional

Gabung Ansor Tidak Harus Pintar Ngaji

Gabung Ansor Tidak Harus Pintar Ngaji
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan HM Sholahuddin (Foto: NU Online Jateng/Umam)
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan HM Sholahuddin (Foto: NU Online Jateng/Umam)

Pekalongan, NU Online Jateng
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pekalongan H Muhammad Sholahuddin menegaskan, untuk ikut bergabung menjadi kader GP Ansor tidak harus pintar ngaji karena di Ansor bisa berkhidmat sambil belajar ngaji.


“Ansor tidak dikhususkan bagi pemuda yang pintar ngaji saja. Pemuda yang belum bisa ngaji sekalipun tentu bisa menjadi kader Ansor," tegasnya. 


Hal itu disampaikan saat upacara Penutupan dan Pembaiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ke-3 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Sragi bertempat di Sekolah Dasar (SD) 01 Purworejo, Desa Purworejo, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Ahad (25/9/2022). 


Menurutnya, yang terpenting adalah kemauannya untuk terus ngaji dan belajar. Ketika seseorang yang belum bisa ngaji mau bergabung di Ansor, berarti mereka ada kemauan untuk belajar ngaji karena di Ansor kegiatan ngaji adalah salah satu kegiatan utama,” ungkapnya.


Dikatakan, kiprah Ansor di masyarakat jangan dipersempit seolah hanya peduli dengan ngaji dan ngaji saja.


“Ansor itu organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Dari sekian juta kadernya, tentu tidak semuanya bisa dan pintar ngaji," ucapnya. 





Dikatakan, kiprah Ansor di masyarakat sangat luas cakupannya baik dalam ranah sosial, seni dan budaya, politik, ekonomi, hukum, keagamaan tentu saja, dan yang lainnya. Jangan kemudian dipersempit hanya berkutat dalam ranah keagamaan saja.


Oleh sebab itu lanjutnya, bagi pemuda-pemuda yang ingin bergabung di Ansor namun merasa minder karena tidak bisa ngaji, jangan merasa berkecil hati.


“Fakta di lapangan yang kita temukan ketika hendak mengajak teman-teman kita untuk bergabung di Ansor, banyak yang merasa minder karena tidak bisa ngaji meskipun sebenarnya ada keinginan untuk bergabung," sambungnya.


Kepada NU Online Jateng, Senin (26/9/2022) Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Kaderisasi PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan Shofwan Hadi membenarkan apa yang disampaikan oleh Gus Sholah.


“Dari Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) organisasi, dapat dikatakan bahwa syarat menjadi anggota Ansor adalah setiap pemuda Indonesia yang beragama Islam, berusia 20 sampai dengan 40 tahun, menyetujui PD/PRT Ansor, dan sanggup mentaati dan melaksanakan semua keputusan dan peraturan organisasi,” terangnya.


Dikatakan, di peraturan itu tidak disebutkan tidak ada sarat harus bisa mengaji. Akan tetapi, dalam setiap proses screening yang kita lakukan saat hendak menerima anggota, kita akan selalu menggali informasi terkait profil dan latar belakang peserta.


"Bagi yang lulusan pesantren dan mahir mengaji, berpotensi untuk masuk di Rijalul Ansor, dan bagi mereka yang belum bisa mengaji, maka akan dibantu dan dibimbing oleh sahabat-sahabat dari Rijalul Ansor,” pungkasnya.


Kontributor: Muhammad Khoirul Umam


Regional Terbaru