• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Nasional

Rais NU Jateng: Pengurus Jangan Ambisi Kejar Jabatan Politik dan Publik

Rais NU Jateng: Pengurus Jangan Ambisi Kejar Jabatan Politik dan Publik
Kegiatan lailatul ijtima' PRNU Gaji, untur, Kabupaten Demak (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)
Kegiatan lailatul ijtima' PRNU Gaji, untur, Kabupaten Demak (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)

Demak, NU Online Jateng
Seluruh Nahdliyin yang mengemban amanat menjadi pengurus baik di harian, lembaga, maupun badan otonom NU harus siap berkhidmah dengan sungguh-sungguh, jangan sekali-sekali punya motivasi lain termasuk mengejar posisi-posisi jabatan politik dan publik.


Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, menjadi pengurus NU di semua tingkatan semestinya harus sudah paripurna dengan dirinya. Dengan demikian saat ber-NU tidak sibuk ngurusi kebutuhan dan kepentingannya sendiri.


"Tetapi akan berkonsentrasi mengurusi umat atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari NU," kata Kiai Ubaid saat menyampaikan taushiyah dalam acara lailatul ijtima di masjid Annur Gaji yang diselenggarakan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Gaji, Guntur, Kabupaten Demak, Ahad (2/1).


Menurutnya, NU bukan organisasi dan kendaraan politik untuk mencari jabatan dan kedudukan. Karena itu semua pengurus NU harus membuang jauh-jauh niatan untuk mengincar jabatan, kalau tidak bisa lebih baik tidak usah menjadi pengurus NU.


"Perilaku ngejar-ngejar jabatan bukan maqom pengurus NU. Karena maqom pengurus NU sejatinya adalah memberikan arahan, bimbingan, dan pendampingan kepada ummat dunyan waukhran lisa'adatid dunya," tegasnya.


Dia menambahkan, secara kelembagaan dalam upaya mewujudkan hal itu NU membentuk badan otonom dan lembaga-lembaga sebagai perangkat organisasi yang bertugas menjawab persoalan-persoalan keumatan.


Oleh karena ujarnya, semua pengurus NU termasuk para kiai di jajaran syuriyah harus berupaya memahami persoalan-persoalan keumatan dan berkontribusi mencarikan solusinya.


"Monggo para kiai dan jajaran syuriyah kita turun ke lapangan juga, kita jalankan hasil-hasil bahtsul masail yang terkait dengan pendampingan masalah-masalah kemasyarakatan," tuturnya.


Rais  PRNU Gaji KH Miftahul Haris AH mengatakan, lailatul ijtima yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari konsolidasi pengurus NU bersama warganya.


"Di majelis lailatul ijtima ini berbagai persoalan umat dicarikan solusinya, majelis ini sekaligus menjadi sarana syiar dakwah Islam yang dilakukan NU," pungkasnya.


Penulis: Samsul Huda
Editor: M Ngisom Al-Barony


Nasional Terbaru