• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Nasional

PBNU: Konfercab Momentum Muhasabah Diri

PBNU: Konfercab Momentum Muhasabah Diri
Kegiatan pembukaan konfercab NU Batang ditandai pemukulan gong oleh Katib PBNU (Foto: NU Online Jateng/Zaim Ahya)
Kegiatan pembukaan konfercab NU Batang ditandai pemukulan gong oleh Katib PBNU (Foto: NU Online Jateng/Zaim Ahya)

Batang, NU Online Jateng
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang mengakhiri periode khidmahnya dengan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) NU di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bawang, Sabtu (27/4/2024).


Katib Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sarmidi Husna mengatakan, Konfercab adalah momen muhasabah dan intropeksi diri. Maka dalam setiap kegiatan konferensi ada laporan pertanggungjawaban pengurus.


"Laporan pertanggungjawaban dibuat bukan untuk mengadili akan tetapi mengevaluasi program-program di masa lalu dan juga menyusun rancangan program ke depan," ujarnya.


Dirinya berharap Konfercab NU Batang bisa menghasilkan keputusan berupa program kerja yang selaras dengan hasil-hasil muktamar NU dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat," pintanya.


Rais PCNU Batang KH Abdul Manaf Syair dalam khutbah iftitahnya pada konfercab NU menyerukan pentingnya taat kepada pimpinan dan tidak memisahkan diri dari organisasi. "Ketaatan kepada pemimpin merupakan syarat terealisasinya program kerja yang telah disepakati," tegasnya.


Disampaikan, sebagai generasi penerus, Nahdliyin punya tugas untuk menjaga dan melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan berikhtiyar untuk memuliakan umat dalam berbagai bidang, yang meliputi kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya.
 


"Untuk menjalankan tugas tersebut, diperlukan kekompakan, satu barisan dan taat kepada pimpinan," ujar Kiai Manaf.


Mengenai ketaatan kepada pimpinan, Kiai Manaf mengutip sabda Nabi Muhammad shallahu alaihi wassalam, yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:


اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنْ اسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ


Dengarlah dan taatilah sekalipun yang dijadikan pemimpin untuk kalian adalah seorang budak Habasyi, seolah-olah kepalanya seperti kismis. 


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Razin juga menekankan pentingnya merapatkan barisan dalam berorganisasi. "Kita tekankan pada konfercab pentingnya satu barisan dan taat pada pimpinan," ucapnya.


Ditegaskan bahwa penting untuk memandang NU dalam rentang waktu yang lama, tidak hanya satu periode kepengurusan. "Saya setuju dengan apa yang tadi disampaikan oleh Rais PCNU Batang bahwa kepengurusan baru harus melanjutkan program kerja kepengurusan lama yang maslahat.  


"NU tidak akan kemana-mana kalau setiap kepengurusan baru memulai program kerja dari nol. Seperti program pendirian Rumah Sakit NU Batang yang belum selesai, saya mendukung untuk dilanjutkan," ucapnya.


H Ahmad Taufiq berterima kasih kepada seluruh jajaran kepengurusan PCNU Batang periode 2018-2023 yang telah bekerja keras. H Ahmad Taufiq juga memperlihatkan tumpukan sertifikat tanah milik PCNU Batang. 


"Ini adalah aset NU Batang, semoga bermanfaat untuk kemaslahatan umat," pungkasnya.


Konfercab XVIII NU Batang dibuka dengan penabuhan gong oleh KH Sarmidi Husna didampingi oleh Rais PCNU Batang KH Abdul Manaf Syair dan Ketua PCNU Batang H Ahmad Taufiq. 


Kontributor: Zaim Ahya
 


Nasional Terbaru