• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

Kiai Said Aqil: Santri Harus Tanamkan Aswaja ke Masyarakat

Kiai Said Aqil: Santri Harus Tanamkan Aswaja ke Masyarakat
Acara haflah tahtiman di Pesantren Al-Hikmah 2 benda, Sirampok, Brebes (Foto: NU Online Jateng/Zainuddin)
Acara haflah tahtiman di Pesantren Al-Hikmah 2 benda, Sirampok, Brebes (Foto: NU Online Jateng/Zainuddin)

Brebes, NU Online Jateng
Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta KH Said Aqil Siroj mengatakan, manusia menerima amanah dari Allah yang sebelumnya amanat tersebut sudah ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung.


"Tapi mereka menolak amanat tersebut karena takut tidak mampu menjalankan amanat. Manusia yang punya potensi sangat dhalim, sangat bodoh, dan menyimpang tetapi menerima amanat itu," ujarnya.


Hal itu ditegaskan saat menyampaikan taushiyah pada acara 'Haflah Attasyakur Wal Ikhtitam Alfiyah Ibnu Malik dan Imrithi' Madrasah Mualimin dan Muallimat (MMA) Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Sirampok, Kabupaten Brebes, Sabtu (25/6/2022) malam.


Kiai Said Ketua Umum PBNU masa khidmah 2010-2021 itu menjabarkan bahwa amanat tersebut berupa dua hal, pertama amanah ilahiyah samawiyah muqoddasah yaitu amanah dari langit sangat sakrai dan suci berupa Agama. Di dalam Agama isinya ada dua yaitu aqidah dan syariah.


"Kedua, amanah insaniyah berupa Tsaqafah dan Hadarah. Tsaqafah adalah capaian berupa saintifik, kultur, religi, dan akhlak untuk mewujudkan peradaban manusia. Sedangkan Hadarah merupakan capaian manusia berupa materi dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan," terangnya.


Oleh karena itu dirinya berharap santri yang telah menghatamkan pendidikan di Madrasah Mualimin Mualimat Al-Hikmah 2 untuk selalu meningkatkan pengetahuan dalam rangka menjaga amanat untuk meningkatkan peradaban, dan meningkatkan kesejahteraan.


"Juga untuk menjaga keutuhan masyarakat yang pluralis dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta kokoh menjaga akidah Islam Aswaja di lingkungan di mana santri berkecimpung di masyarakat," tegasnya.

 
Pengasuh Pesantren Al-Hikmah 2 Benda KH Sholahuddin Masruri meminta semua santri harus menjaga nama baik pendiri Pesantren almarhum KH Masruri Abdul Mughni dengan cara tidak terbawa oleh ajaran yang menyimpang dan bertentangan dengan Nahdlatul Ulama (NU).


"Juga ikut aktif di lingkungan masyarakat kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh NU, Insyaallah dengan berharakah di NU maka akan dapat barakah," terangnya.


Kepala Madrasah Mualimin Mualimat (MMA) Al-Hikmah 2 Benda KH Ahmad Najib Affandi mengucapkan selamat dan mengharapkan siswa yang telah diwisuda untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin baik pendidikan dalam negeri maupun luar negeri.


"Para santri harus berani mengamalkan ilmunya ke masyarakat. Karena santri dikatakan pandai dan sukses tidak sekadar hafal dan paham saja tetapi harus mampu mengamalkan ilmunya di masyarakat," pungkasnya.


Pengirim: Zainuddin


Nasional Terbaru