• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Nasional

Ketum PBNU Sebut Tiga Potensi Besar yang Dimiliki NU

Ketum PBNU Sebut Tiga Potensi Besar yang Dimiliki NU
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf  (Dok. NU Online Jateng)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf  (Dok. NU Online Jateng)

Semarang, NU Online Jateng
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan, NU memiliki sejumlah potensi yang perlu dipergunakan dalam perkhidmatan nasional. Setidaknya, ada tiga potensi yang dimiliki NU, yaitu potensi sosial, potensi ekonomi, dan potensi sumber daya manusia.

"Secara sosial, NU merupakan civil society terbesar di dunia yang independen, dan punya daya kekuatan untuk mengembangkannya,” ungkap Gus Yahya, Sabtu (4/6).

Disampaikan, pada kegiatan Simposium Nasional Kebangsaan yang diselenggarakan Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) dengan tema 'Bersinergi dalam Memperteguh Kemandirian Bangsa' pada 3-4 Juni 2022 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Gus Yahya yang ikut hadir secara daring dalam acara tersebut menyebutkan, secara ekonomi, NU memiliki lembaga-lembaga keuangan yang fokus pada upaya-upaya pemberdayaan masyarakat, sehingga warga NU tidak lagi bisa dicap sebagai warga miskin.

Sementara secara Sumber Daya Manusia (SDM), NU saat ini memiliki jumlah akademisi yang cukup diperhitungkan. "Ini merupakan kekuatan yang sangat besar. Tinggal menunggu untuk dikonsolidasikan dan diarahkan kemanfaatannya untuk memberikan kontribusi yang bermakna bagi kemaslahatan,” ujarnya.

Secara khusus, Gus Yahya menyebut bahwa ADP akan terus berkembang seiring perkembangan keilmuan yang dapat berkontribusi bagi peradaban. "Ke depan, asosiasi ini akan terus berkembang, berkembang untuk perkhidmatan," kata dia.

Di akhir sambutannya, ia mengajak aktivis ADP agar terus bekerja keras dalam pergerakan NU memasuki 100 tahun NU. “Saya ucapkan selamat, mabruk alfa mabruk. Semoga yang kita citakan terlihat harapan ketercapainnya,” pungkasnya.

Apa yang disampaikan Ketua Umum PBNU ini bukanlah sekadar harapan. Saat ini, berdasarkan situs resminya, ADP memiliki anggota yang jumlahnya kurang lebih 900 dan berasal dari kalangan akademisi Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka merupakan santri yang di antaranya telah meraih jabatan guru besar dan bergelar doktor, yang telah tersebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Tentu saja, jumlah SDM ADP ini merupakan modal yang sangat berkontribusi bagi perkembangan keislamaan dan keindonesiaan ke depan. Berbagai literatur menyebut bahwa Indonesia saat ini sedang dalam pertarungan ideologis di tengah-tengah menjamurnya lembaga pendidikan yang berideologi transnasional. ADP sebagai bagian dari Santri NU yang konsen dengan NKRI Harga Mati, dalam konteks ini, dipastikan dihadapkan pada tantangan ini.


Simposium Kebangsaan ADP (Dok. Toto)

Harlah Pertama

Acara simposium ini sendiri dihelat dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-1 ADP. Kepada NU Online Jateng, Senin (6/6), salah satu pengurus pusat ADP, Prof Toto Suharto menyampaikan ada beberapa rangkaian kegiatan untuk menyambut harlah pertama ini.

"Dimulai dengan kegiatan diskusi daring bertema 'Percikan Pemikiran Profesor ADP tentang Keislaman dan Keindonesiaan' tanggal 7 April 2022 dan diakhiri acara simposium yang dihelat di Makassar ini," terang Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta itu.

Ditambahkan, pada acara simposium, turut hadir sebagai pembicara yaitu Prof Nur Syam dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof H Abdurrahman Mas’ud dari UIN Walisongo Semarang, dan Prof Husain Syam dari UNM Makassar, serta Ngatawi Al-Zastrow sebagai perwakilan dari PBNU.

ADP yang dideklarasikan pendiriannya pada tanggal 7 April 2021 di Tulungagung merupakan forum dosen pergerakan yang berasal dari Alumni PMII se-Indonesia. Asosiasi ini memiliki visi organisasinya, yaitu 'Terwujudnya Dosen PMII yang Unggul, Berdaya Saing, dan Kontributif Bagi Indonesia dan Dunia”.

Penulis: Ajie Najmuddin


Nasional Terbaru