• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Dinamika

Fatayat NU Klirong Kebumen Gelar Pelantikan dan Seminar 

Fatayat NU Klirong Kebumen Gelar Pelantikan dan Seminar 
Pelantikan PAC Fatayat NU Klirong, Kebumen (Foto: NU Online Jateng/Anggraeni)
Pelantikan PAC Fatayat NU Klirong, Kebumen (Foto: NU Online Jateng/Anggraeni)

Kebumen, NU Online Jateng
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Klirong, Kabupaten Kebumen gelar pelantikan pengurus PAC Fatayat NU Klirong periode 2022-2026 beserta 14 ranting Fatayat NU sekaligus seminar.


Kegiatan dengan tema 'Peran Perempuan Dalam Mengahadapi Era Society 5.0' dilaksanakan di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Klirong pada Ahad (31/7/2022).


Ketua PAC Fatayat NU Klirong Siti Nurrohmah mengatakan, tugas pengurus Fatayat yakni membesarkan dan mengembangkan Fatayat NU di lingkungan Kecamatan Klirong. Jangan sampai pengurus yang sudah dilantik malah jadi beban.


"Kami juga mohon doa, dukungan, dan bimbingannya kepada semua yang turut hadir dalam acara ini. Semogar kepengurusan Fatayat NU bisa benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat," ucapnya. 


Menurutnya, sebagai garda perempuan muda NU, Fatayat harus bisa menciptakan program-program baru yang bisa menoreh prestasi dalam pembangunan.


Dalam seminar yang menghadirkan Ketua MWCNU Klirong Fuad Hasyim dalam paparannya menjelaskan bahwa perempuan itu benar-benar sosok yang luar biasa. Mulai dari sebagai supermom, tugas mengurus anak, memasak, menyetrika baju, serta bisa juga berkarir. 


"Apabila perempuan sudah berumah tangga terkait pekerjaan rumah tangga tidak ada habisnya. Seringkali wanita tidur malam sendiri, kemudian bangun pagi sendiri. Betapa hebatnya sosok perempuan," ucapnya.
 

Disampaikan, perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik maka baiklah negaranya. Namun, jika perempuannya rusak, maka rusaklah negaranya. Inilah 5 peran perempuan. 


"Pertama, sebagai anak. Perempuan harus selalu meningkatkan kualitas kecerdasannya. Hal ini karena kelak apabila sudah menjadi ibu watak dan kecerdasan anak cenderung menurun secara langsung dari ibunya," ungkapnya.
 

Kedua lanjutnya, sebagai isteri. Setelah menikah, perempuan akan bersama dengan sosok baru yaitu , suami yang akan membimbingnya. Wanita sudah sebaiknya berbakti kepada suaminya. 


"Ketiga, sebagai menantu. Setelah menikah, perempuan pasti akan menemui sosok baru juga yaitu mertua. Perempuan tersebut posisinya sebagai menantu. Sebagian besar, jika sudah menikah pasti pernah terjadi konflik dengan keluarga. Maka kunci utamanya komunikasi dan saling menjaga," paparnya.
 

Keempat menurutnya, sebagai wanita karier. Saat menjadi perempuan karir pertimbangkan dampak yang diakibatkan. Mulai dari dampak ke suami, anak, keluarga ataupun masyarakat. 


"Dan kelima, sebagai ibu. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Asuhlah anak sesuai dengan usianya dan perkembangannya. Saat usia 1-6 tahun butuh perhatian, kemudian 6-12 tahun ketegasan dan 12-18 tahun perlu kedekatan," pungkasnya.


Turut hadir dalam acara itu Camat Klirong beserta istri, Ketua MWCNU Klirong, PC Fatayat NU Kebumen, Muslimat, Ansor, IPNU-IPPNU serta pembina Fatayat NU Klirong.  


Pengirim: Nur Anggraeni


Dinamika Terbaru