• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Regional

Pesantren Nurul Jadid Sambilawang Pati Gelar Haflah Khatmil Qur'an

Pesantren Nurul Jadid Sambilawang Pati Gelar Haflah Khatmil Qur'an
Kegiatan tasyakuran haflah khatmil qur'an di Pesantren Nurul Jadid Sambilawang, Trangkil, Pati (Foto: Dok)
Kegiatan tasyakuran haflah khatmil qur'an di Pesantren Nurul Jadid Sambilawang, Trangkil, Pati (Foto: Dok)

Pati, NU Online Jateng
Pesantren Tahfidzul Qur'an Nurul Jadid Sambilawang, Trangkil, Kabupaten Pati adakan Haflah Tasyakuran Khatmil Qur'an Bil Hifdzi 30 Juz ke-2 dan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah pada Rabu (7/2/2024).


Suasana penuh kebanggaan menyelimuti seluruh rangkaian acara ketika para santriwati berhasil menyelesaikan perjuangan menghafalkan Al-Qur'an.


Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Kiai Mustahib memberikan apresiasi dan dorongan semangat kepada mereka dan menekankan bahwa acara tasyakuran adalah awal dari perjalanan panjang yang harus terus dijaga.


"Hafalul Qur'an bukan berarti selesai, iIni adalah awal perjalanan panjangmu," ucap Kiai Mustahib. 


Dirinya menyoroti pentingnya tidak hanya menerima syahadah, tetapi juga menjaga Al-Qur'an sebagai kewajiban yang harus terus diemban. "Usai selesai menghafal, kalian punya kewajiban memelihara bacaan Al-Qur'an sepanjang hayan di kandung badan, jangan lelah untuk terus memelihara bacaan-bacaan Al-Qur'an," pintanya.


Dalam siaran pers yang diterima redaksi NU Online Jateng, Ahad (10/2/2024) Kiai Mustahib berharap agar santriwati bukan hanya menjadi kebanggaan orang tua, tetapi juga mampu membuktikan kualitas sebagai penghafal Al-Qur'an di tengah-tengah masyarakat. 


"Kesuksesan tidak hanya terlihat dari kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi bagaimana kalian menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.


Kiai Mustahib mengingatkan para santriwati untuk selalu membagi waktu antara Al-Qur'an dan keluarga. "Kalian memiliki tanggung jawab untuk memelihara apa yang telah kalian pelajari, termasuk menjaga sanad sebagai legalitas dari guru yang bersanad," ungkapnya.


Kepala Bidang Pondok Pesantren di Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo menyampaikan bahwa Pondok Pesantren telah mendapatkan rekognisi positif dari pemerintah. "Rekognisi ini mencakup aspek lulusan, kurikulum, dan fasilitas yang dimiliki," terangnya.


Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memberikan pendidikan agama kepada para santri. Amin Handoyo menyatakan bahwa pemerintah mengakui prestasi dan kontribusi positif yang telah dilakukan oleh pesantren terutama di Jawa Tengah.


"Ini mencakup pencapaian lulusan, kurikulum yang diterapkan, dan fasilitas yang disediakan untuk mendukung pendidikan dan kehidupan sehari-hari santri," punkasnya. (*)
 


Regional Terbaru