• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Regional

Pernah Diremehkan, Kini UPZIS MWCNU Winong Pati Berhasil Himpun Ratusan Juta dari Koin NU

Pernah Diremehkan, Kini UPZIS MWCNU Winong Pati Berhasil Himpun Ratusan Juta dari Koin NU
Kegiatan sosialisasi Koin NU UPZISNU Winong, Kabupaten Pati (Foto: NU Online Jateng/Solkan)
Kegiatan sosialisasi Koin NU UPZISNU Winong, Kabupaten Pati (Foto: NU Online Jateng/Solkan)

Pati, NU Online Jateng
Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Winong, Kabupaten Pati berhasil menghimpun dana dari umat melalui Kota Infaq (Koin) NU rata-rata mencapai ratusan juta rupiah per bulannya.


Asisten Manajer UPZISNU Winong Muhammad Zuhruful Alam mengatakan, dalam menghimpun Koin NU di Winong UPZISNU Winong mempunyai strategi khusus agar Koin NU bisa berkembang pesat. 


"Pertama, kami menjalin komunikasi yang intensif dengan Ranting-Ranting NU lewat Koordinator Wilayah (Korwil) yang jumlahnya 7 tempat, Setiap Korwil mengkoordinir minimal 4 Ranting NU. Sehingga terjalin komunikasi yang padu," ungkapnya kepada NU Online Jateng pada Jumat (29/3/2024).


Kedua lanjutnya, memasifkan sosialisasi Koin NU. Ketiga, memberikan contoh yang riil terkait gerakan Koin NU ini, seluruh Badan Otonom (Banom) NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor dan lain-lain menjalankan infaq Koin NU terlebih dulu. 


"Dengan cara ini, diharapkan nanti warga NU di Winong semakin antusias dalam berinfaq untuk Koin NU. Target kita satu rumah, satu Kaleng atau Koin NU. Kami menyebutkan gerakan ini gepok tular," jelas Alam.


Alam menyampaikan, koin NU dari warga NU akan ditasarufkan untuk berbagai kegiatan kemanusiaan seperti santunan yatim piatu, dhuafa, pendidikan, kesehatan, dana sosial, dan lain sebagainya.


"Penyalurannya akan dilakukan oleh Ranting-Ranting NU di Winong. Ada ranting yang menghimpun Koin NU sudah banyak sehingga cukup untuk mendanai program-program yang telah direncanakan dan disepakati bersama, namun juga ada yang perolehannya terbatas," terangnya.


Alam mengaku banyak tantangan dan hambatan dalam menjalankan Koin NU di Winong. Ada hambatan-hambatan yang cukup curam dalam pelaksanaan Koin NU. Namun demi NU perjuanganm tanpa lelah sudah mulai tampak hasilnya.


"Kami pernah dicaci-maki oleh salah satu desa atau Ranting dan dikatakan sebagai mental pengemis oleh perangkat desa. Akibatnya Kaleng atau Kotak NU ramai-ramai dikembalikan," kisah Alam 


Dengan beranjaknya waktu lanjutnya, hambatan itu pun hilang. Karena pada intinya, masyarakat yang menikmati program dan layanan dari UPZISNU Winong, seperti mobil layanan umat, penyaluran santunan hingga bantuan zakat produktif atau bantuan usaha mikro.


"Karena ketika ada saudara, kerabat bahkan keluarga yang bersangkutan sakit, warga merasakan langsung penggunaan mobil layanan umat hingga santunan dan bantuan zakat produktif.  Alhamdulillah saat ini stigma negatif itu hilang dengan sendirinya," bebernya 


Manajer UPZISNU Winong Zafa Al Fathy menyebut UPZISNU Winong terinspirasi Koin NU Kecamatan Kesugihan, Cilacap yang berhasil menghimpun Rp180 juta per bulan. "Target, minimal kami bisa mendekatinya," ungkap Zafa.


Diakui, penyebaran Koin NU di Ranting NU belum maksimal, mengadakan sosialisasi secara masif dan menggandeng stake holder atau perangkat desa terus dilakukan tanpa henti. "Kami percaya, semakin koin NU maksimal maka semakin maksimal pula kemanfaatan diterima oleh warga menuju kemandirian umat," pungkasnya.


Pengirim: Ahmad Solkan
 


Regional Terbaru