• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Regional

NU Jateng Minta Nahdliyin Tidak Mudah Dirikan Organisasi 

NU Jateng Minta Nahdliyin Tidak Mudah Dirikan Organisasi 
ketua PWNU jateng KHM Muzamil (3 dari kanan) hadiri acara di Kabupaten Tegal (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)
ketua PWNU jateng KHM Muzamil (3 dari kanan) hadiri acara di Kabupaten Tegal (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)

Tegal, NU Online Jateng
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KHM Muzamil menegaskan, meskipun merupakan hak bagi setiap warga negara untuk berkumpul, mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan. Namun demikian, diharapkan warga NU tidak mudah mendirikan organisasi sosial keagamaan.


"Para ulama yang mendirikan NU tanggal 16 Rajab 1344 Hijriah telah musyawarah, menjalankan riyadhah dan mujahadah, sehingga keberadaan NU tetap memberikan manfaat dan barakah bagi warganya khususnya, dan masyarakat pada umumnya," ujarnya.


Hal itu disampaikan Ketua PWNU Jateng HM Muzamil pada acara haul sesepuh dan warga Ranting NU Tembok Kidul, Adiwerna, Kabupaten Tegal pada Ahad (4/9/2022) pagi.


Menurutnya, daripada membikin organisasi sosial keagamaan yang baru, lebih baik aktif ikut mengurus NU sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dikatakan, dengan memperkuat ukhuwah atau persaudaraan sesama dan berkhidmat dengan baik, Insyaallah NU akan dapat mencapai tujuannya, yakni memberlakukan akidah ahlussunnah wal jamaah dalam kehidupan sehari-hari.


"Waktu itu NU adalah untuk merapatkan barisan ulama dalam mensyiarkan Islam ala ahlussunnah wal jamaah," terangnya.





Kiai Muzamil menegaskan, kemuliaan pengurus dan warga NU bukan terletak pada kedudukannya, melainkan pada ketaqwaannya kepada Allah Taala. "Jadi ketaqwaan inilah yang menjadi prioritas agar kehidupan kita dapat selamat dan bahagia dunia akhirat," ujarnya.


Pengasuh Pesantren Al-Utsmani Pekalongan KH Shohibul Ulum mengatakan, acara haul sudah menjadi tradisi Nahdliyin guna mendoakan sesepuh dan warga yang telah wafat.  "Mendoakan orang yang sudah wafat, Insyaallah dapat terkabul," ucapnya.


Dikatakan, Presiden RI Soekarno pernah mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menjunjung tinggi jasa-jasa para pahlawannya. "Para pendiri NU banyak yang tercatat sebagai pahlawan," ungkapnya.


Ia menambahkan, guna meneruskan perjuangan para sesepuh, sangat beruntung orang tua yang telah mengirimkan putra-putrinya untuk mengaji di pesantren. "Karena anak-anaknya yang mengaji dapat menjadi sebab orang tuanya mendapatkan pahala dari Allah SWT," jelasnya.


Kegiatan yang diawali semaan Al-Qur'an dihadiri oleh para Pengurus dan warga NU Ranting, kepala desa, dan tokoh masyarakat Desa Tembok Kidul, Adiwerna.


Pengirim: Insan Al-Huda


Regional Terbaru