• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Regional

Mustasyar MWCNU Mandiraja Banjarnegara: Pengurus Jangan Bermain di Politik Praktis

Mustasyar MWCNU Mandiraja Banjarnegara: Pengurus Jangan Bermain di Politik Praktis
KH Ahmadi (dua dari kiri) (Foto: NU Online Jateng/Sechudin)
KH Ahmadi (dua dari kiri) (Foto: NU Online Jateng/Sechudin)

Banjarnegara, NU Online Jateng
Pasca-konferensi MWCNU Kecamatan Mandiraja pada Sabtu 30/12/2023), sesuai amanah tata tertib konferensi, rais dan ketua terpilih bertugas melengkapi susunan pengurus MWCNU Kecamatan Mandiraja masa khidmat 2024-2029 bersama tim formatur yang berjumlah 9 orang selambat-lambatnya dalam waktu 21 hari setelah konferensi.


Tim formatur pun tidak membuang waktu bergegas melengkapi susunan kepengurusan MWCNU Mandiraja yang terselengara di Pesantren Riyadul Mustaqim Bantar Desa Kertayasa Kecamatan Mandiraja pada Jumat (5/1/2024 dipimpin Rais terpilih Kiai Adhi Maftuhin sebagai ketua dan Ketua Slamet Purwanto bertugas sebagai sekretaris formatur.


Rais MWCNU Mandiraja Kiai Adhi mengatakan, pada rapat formatur telah tersusun kepengurusan lengkap dan ditindaklajuti silaturahim ke jajaran calon mustasyar di kepengurusan MWNU Mandiraja.


"Alhamdulillah struktur kepengurusannya sudah terbentuk dan dilanjutkan silaturahim kepada kiai sepuh di Kecamatan Mandiraja, khususnya kepada jajaran calon mustasyar untuk mohon doa restu dan bimbingan," ujarnya.


Disampaikan, Ahad (7/01/2024) jajaran kepengurusan MWCNU Kecamatan Mandiraja sowan ke KH Ahmadi di Desa Mandiraja Wetan Kecamatan Mandiraja. Selain sebagai tokoh masyarakat, Kiai Ahmadi masuk jajaran mustasyar di kepengurusan MWCNU Mandiraja masa khidmat 2024-2029.


Kiai Ahmadi berpesan agar pengurus NU jangan mudah berprasangka buruk pada orang lain. "Kalau sekali tempo kita menghadapi masalah, maka tawasullah kepada para masyayikh, guru-guru kita dan jangan berprasangka buruk pada orang lain," ucapnya.


Karena saat ini lanjutnya, bertepatan dengan tahun politik, dirinya juga berpesan agar nahdliyin yang menjadi pengurus NU jangan bermain politik praktis. "Jangan bermain-main dengan politik praktis, jangan giring-menggiring, apalagi dalam pengajian, karena itu bukan program NU, untuk masalah pilihan dibebaskan," tegasnya.


Untuk program-program Kepengurusan MWCNU yang baru, Kiai Ahmadi mendukung dan sebagai orang tua selain mendoakan juga berkewajiban mengingatkan jika ada yang dirasa kurang tepat. "Untuk program silahkan jalan, jangan terpaku dengan orang tua, tapi jika diingatkan jangan marah, karena itu kewajiban sebagai orang tua," terangnya.


Selain memberi nasehat, Kiai Ahmadi juga memberikan ijazah agar diberi kecerdasan dan ingatan yang kuat. "Kalau kalian ingin cerdas, dan tidak mudah lupa, amalkan QS Al-Hadid ayat 16, dibaca setiap ba'da Maghrib dan Subuh 3x, saya sudah membuktikan," pungkasnya.


Pengirim: Sechudin


Regional Terbaru