• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 30 Mei 2024

Regional

Haul Ke-38 Almaghfurlah KHM Sholeh Trangkil Pati dengan Gelar Pengajian

Haul Ke-38 Almaghfurlah KHM Sholeh Trangkil Pati dengan Gelar Pengajian
Kegiatan haul ke-38 almaghfurlah KHM Sholeh Trangkil, Pati (Foto: NU Online Jateng/Umam)
Kegiatan haul ke-38 almaghfurlah KHM Sholeh Trangkil, Pati (Foto: NU Online Jateng/Umam)

Pati, NU Online Jateng
Haul ke-38 almaghfurlah KH Muhammad Sholeh Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 5 Abayasa Islamic School Trangkil, Kabupaten Pati mengadakan 'Ceramah Akbar' menghadirkan Ketua Muda Mahkamah Agung 2016-2022 Prof H Supandi.


Ketua Pembina Yayasan Tirtobuwono KH Muhsin Sholeh mengungkapkan biografi KH Muhammad Sholeh dan menerangkan berdirinya lembaga pendidikan Abayasa Islamic School dalam rangka i'tibar melanjutkan semangat juang para kiai.


"Untuk mendidik santri agar menjadi generasi yang berakhlakul karimah berwawasan Islam Nusantara," ujarnya kepada NU Online Jateng, Rabu (11/1/2023).


Dikatakan, Kiai Sholeh dulu mondoknya di Kediri, dilanjutkan ke Pesantren Al-Anwar Sarang, di bawah asuhan Kiai Zubair, Kiai Sholeh terkenal alim dan rajin mengaji, dan pintar maknani Kitab Kuning.


"Bahkan Kiai Najih Maimoen minta beberapa Kitab Kuning hasil mengaji di Pesantren Sarang untuk ditelaah dan dikaji lebih lanjut. Gus Muhsin menyerahkan copy kitab yang sudah dijilid kepada Kiai Najih," terangnya. 





Prof H Supandi dalam ceramahnya menerangkan, dulu santri jerih payah sangat prihatin dengan akses yang minim, harus sekolah, tidak heran kalau keluarga Kiai Sholeh, anak dan cucunya menjadi orang yang sukses dan berhasil.


"itu karena didikan orang tua yang menyekolahkan di madrasah dan pesantren. Seperti Gus Muhsin ini lulusan Al-Azhar Kairo Mesir juga ada cicitnya Salwa Badruddin yang menjadi dokter. Ini merupakan bukti bahwa alumni pesantren banyak yang berhasil dan sukses," ucapnya.


Menurutnya, apa yang telah dilakukan almarhum Kiai Sholeh patut ditiru dan dijadikan teladan untuk mendidik putra putri kita menjadi generasi yang shaleh shalihah berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.


"Bekal ilmu umu saja tidak cukup, maka pesantrenlah menjadi tempat memperdalam ilmu agama dan itu telah dicontohkan oleh Kiai Sholeh," pungkasnya.


Kegiatan yang berlangsung di Halaman SMP Plus Abayasa, Tlutup, Trangkil pada Ahad (8/1/2023 dihadiri Wakil Ketua PCNU Pati Gus Zaim Jaelani, Wakil Rais PCNU KH Abdul Majid Sutopo, Ketua Pembina Yayasan Tirtobuwono KH Muhsin Sholeh, Ketua Yayasan Irham Shodiq, Ris MWCNU Trangkil KH Badruddin Syatibi, Ketua MWCNU Trangkil H Syakroni, dan Forkompimcam. 


Kontributor: Fikrul Umam


Regional Terbaru