• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Regional

Fatayat NU Jateng Sambangi dan Serahkan Bantuan Ke Kader Terdampak Banjir di Demak

Fatayat NU Jateng Sambangi dan Serahkan Bantuan Ke Kader Terdampak Banjir di Demak
Kegiatan penyerahan bantuan kepada kader Fatayat NU yang terdampak banjir di Karanganyar Demak (Foto: NU Online Jateng/Rohmad)
Kegiatan penyerahan bantuan kepada kader Fatayat NU yang terdampak banjir di Karanganyar Demak (Foto: NU Online Jateng/Rohmad)

Demak, NU Online Jateng 
Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menyambangi kadernya di wilayah Kecamatan Karanganyar Demak yang menjadi korban banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan yang berada di Dukuh Norowito Desa Ketanjung Kecamatan Karanganyar Demak sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban banjir di beberapa titik yang ada, Ahad (25/2/2024) siang.


Ketua PW Fatayat NU Jateng Hj Tazkiyatul Mutmainnah mengatakan, aksi sosial Fatayat merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dan bagian dari upaya memupuk rasa kemanusiaan kepada sesama makhluk ciptaan Allah SWT yang sedang terkena bencana atau musibah.


"Ada 3 titik atau tempat yang kami kunjungi yaitu di ranting Karanganyar, ranting Kedungbanteng, dan ranting Wonorejo. Alhamdulillah sahabat-sahabat Fatayat yang kita kunjungi dalam keadaan sehat dan selamat, kita doakan bersama semoga keadaan ini segera membaik," kata Iin panggilan akrabnya di Demak usai serahkan bantuan.


Disampaikan, selain menyambangi kader yang terkena dampak banjir,  PW Fatayat NU Jateng juga menyerahkan bantuan untuk meringankan para korban banjir. Bantuan diwujudkan berupa alat kebersihan (sapu lidi, sapu pel, keset, alat pel lantai), perabotan dapur (wajan, panci, cerok), selimut, kasur lantai, tikar, beras, mie instan, alat tulis, dan sejumlah uang tunai. 
    

Yang terpenting lanjutnya, pada pasca-banjir adalah menjaga kebersihan diri (tubuh), kebersihan pakaian, kebersihan rumah, dan kebersihan lingkungan, serta kebersihan mental dan spiritual. Karena itu semua adalah sumber dan pangkal dari kesehatan jasmani dan rohani bagi manusia.

 
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Demak Khoirun Nisa yang turut mendampingi rombongan dari PW Fatayat NU Jawa Tengah mengatakan, kebersihan pasca banjir itu harus menjadi hal yang utama, karena banjir menyisakan banyak sampah yang ada.


Hingga kini masih ditemui banyak sampah yang menumpuk di pinggir jalan dan dekat permukiman rumah. Karena ini masih musim penghujan maka hal ini harus tetap diwaspadai, jangan sampai pasca-banjir itu malah menimbulkan hal baru yaitu penyakit.
 


"Kami mengimbau para kader Fatayat di wilayah Karanganyar yang terdampak banjir terutama bagi yang mempunyai bayi dan anak kecil untuk tetap menjaga kebersihan sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua PW Fatayat Jateng," ujarnya.


Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Karanganyar Mukhlishoh menjelaskan, banjir yang terjadi di Karanganyar berlangsung selama setengah bulan sejak Kamis (8/2/2024) sampai Kamis (22/2/2024) itu menggenangi 12 desa dan meninggalkan trauma tersendiri bagi warga.


Adapun 12 desa yang tergenang banjir meliputi; Desa Ketanjung, Karanganyar, Ngemplik Wetan, Undaan Lor, Undaan Kidul, Wonorejo, Cangkring, Cangkringrembang, Wonoketingal, Tuwang, Bandungrejo dan Jatirejo. Bahkan sampai hari ini pun masih ada 1 (satu) desa yang belum surut yaitu di Dukuh Kedungbanteng Desa Wonorejo.


Fatayat Ancab Karanganyar mengucapkan terima kasih kepada jajaran PW Fatayat NU Jateng yang telah menyempatkan waktu untuk menyambangi kader Fatayat yang berada di Karanganyar yang terdampak banjir.
 

"Semoga bencana atau musibah banjir ini menjadi koreksi dan introspeksi bersama antarlapisan masyarakat dan para pejabat yang ada (pemerintah). Masyarakat bersama-sama ikut menjaga alam lingkungan yang dianugerahkan Allah SWT, sementara pemerintah berkewajiban menormalisasi sungai-sungai yang sudah menjadi kewenangannya," pungkasnya.


Pengirim: Rohmad


Regional Terbaru