• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Selasa, 28 Mei 2024

Nasional

Inilah 12 Tokoh NU yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Inilah 12 Tokoh NU yang Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
12 tokoh NU mendapat gelar pahlawan nasional (Foto: Istimewa)
12 tokoh NU mendapat gelar pahlawan nasional (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online Jateng
Selama ini masyarakat menganggap kiai dan tokoh NU hanya berasal dari suku Jawa saja. Namun fakta sejarah bicara tidaklah begitu, Sejarawan dan juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdul Mun'im DZ mengungkapkan bahwa 12 kiai dan tokoh NU yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional berasal dari beragam suku di Nusantara, tidak hanya Jawa. 

 

“Semua ini menunjukkan bahwa para kiai dan tokoh NU yang berperan besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan berasal dari beragam suku di nusantara," ujar KH Abdul Mun’im Dz, Senin (8/11) dalam rilis yang dikutip NU Online Jateng

 

Dijelaskan, mereka bukan saja berasal dari Jawa, melainkan ada yang berasal dari Sunda, Batak, Banjar, Banten, Madura, Bugis, Minang. "Selain menunjukkan betapa besar peran NU dan jadi penanda bahwa NU tidak hanya berkembang di Jawa tetapi juga berkembang di seluruh bumi Nusantara,” katanya.

 

Adapun 12 Pahlawan Nasional yang berasal dari NU tersebut adalah:

  1. KH Zainul Arifin Pohan (Suku Batak), Komandan Hizbullah, Ketua PBNU dan Anggota Konstituante, Wakil Perdana Menteri RI. Ia mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No 35, 4 Maret 1963.
  2. KH Wahid Hasyim (Suku Jawa), Ketua Umum PBNU, Berjuang melawan penjajah, Anggota BPUPKI Perumus Pancasila, Menteri Agama RI. Ia mendapatkan gelar Pahalawan nasional berdasarkan SK Presiden RI No 206 Agustus 1964.
  3. KH Hasyim Asy'ari (Suku Jawa). Pendiri NU, Panglima Tertinggi Laskar Santri yang terdiri dari Barisan Kiai, Laskar Hisbullah, dan Laskar Sabilillah. Ia mendapat gelar Pahlawan Naisonal berdasarkan SK Presiden RI No 294 November 1964.
  4. KH Zainal Mustofa (Sunda). Ketua PCNU Singaparna, gugur sebagai Syahid dalam perjuangan melawan penjajah Jepang. Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Presiden RI No 064 November 1972. 
  5. H Andi Djemma (Suku Luwu) Raja Luwu. Pendiri NU Sulawesi Selatan ini berjuang melawan penjajah Belanda 1946-1948. Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Pres RI No. 073 6 November 2002.
  6. H Andi Mappanyukki (Suku Bugis) Raja Bone, pendiri NU Sulawesi Selatan, berjuang melawan penjajah Belanda dan Jepang 1945-1949. Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Pres RI No 089 5 November 2004.
  7. KH Idham Chalid (Suku Banjar). Ketua Umum PBNU 1956-1984 ini merupakan pejuang kemerdekaan, Wakil Perdana Menteri RI, dan Ketua MPR-RI. Ia mendapatkan gelar pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden No 113, 7 November 2011.
  8. KH Wahab Chasbullah (Suku Jawa), Pendiri NU. Komandan Barisan Kiai ini berjuang melawan Penjajah 1926-1949. Kiai yang merupakan Anggota Konstituante RI, Anggota DPA RI, dan Komandan melawan PKI 1965 ini mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK Presiden RI No November 2014.
  9. KH As'ad Syamsul Arifin (Suku Madura) Pendiri NU ini berperang melawan penjajah 1945-1949. Kiai yang pernah menjabat sebagai Anggota Konstituante RI itu mendapatkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No 91 November 2016.
  10. KH Sam'un (Suku Banten). Ketua PCNU Serang itu merupakan pejuang melawan Penjajah 1945-1949. Ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional RI berdasarkan SK. Presiden RI 8 November 2018.
  11. KH Masjkur (Suku Jawa). Ia merupakan Komandan Laskar Sabilillah, Ketua Umum PBNU, Anggota BPUPKI, dan Perumus dasar negara. Kiai Maskur juga pernah menjabat sebagai Anggota Konstituante RI dan Menteri Agama RI. Ia mendapatkan gelar pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden pada 8 November 2019.
  12. Usmar Ismail, berasal dari suku Minang, adalah Muassis, pendiri Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) NU bersama H Djamaluddin Malik, dan Asrul sani pada tahun 1962-1970, Usmar Ismail pun mendapat amanah sebagai Ketua I PBNU 1964-1970 PBNU. Dia dikenal sebagai seorang sutradara film, sastrawan, wartawan, dan pejuang Indonesia. Ia dianggap sebagai pelopor perfilman di Indonesia. Selain itu, dikenal sebagai pelopor drama modern di Indonesia, dan juga Bapak Film Indonesia. Mendapatkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No 109 TK 5 November 2021.

 

Berdasarkan data sebagaimana tersebut di atas, menegaskan bahwa NU berkembang di seluruh Indonesia dan diterima oleh beragam suku di nusantara. 

 

“Bahwa NU tidak hanya berkembang di Jawa tetapi juga berkembang di seluruh bumi Nusantara. Terbukti para tokoh NU dan pahlawannya terdiri dari  berbagai suku yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

 

Kontributor: Imam Hamidi Antassalam
Editor: M Ngisom Al-Barony 


Nasional Terbaru