• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Selasa, 28 Mei 2024

Nasional

PORSENI NU

Ini Alasan Solo Jadi Tempat Gelaran Porseni NU 2023

Ini Alasan Solo Jadi Tempat Gelaran Porseni NU 2023
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

Solo, NU Online Jateng
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Nusron Wahid menjelaskan alasan Kota Solo dijadikan tempat berlangsungnya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) NU pada 14-21 Januari 2023 mendatang. 


"Solo merupakan kota bersejarah bagi olahraga nasional. Karena tempat pertama kali dilaksanakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1948,” ujar Nusron.


Dilansir Tempo, PON pertama kali diadakan pada 9-12 September 1948 di Solo. Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai ketua penyelenggara didampingi oleh P Soejohamidjojo selaku ketua pelaksana lokal di Solo. 


Solo ditetapkan sebagai tuan rumah pertama karena saat itu Pengurus Besar Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PB PORI) berkedudukan di Solo. PON I dibuka dengan upacara pembukaan yang diselenggarakan di halaman Istana Negara Yogyakarta pada 8 September 1948. 


Beberapa tokoh penting hadir, di antaranya Presiden Soekarno, Fatmawati, Bung Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sri Paku Alam VIII, dan para pejabat setempat. Tak hanya itu, hadir pula wakil-wakil Komisi Tiga Negara (KTN). 


Kemudian acara dilanjutkan dengan gerak jalan massal dengan membawa bendera PON dari Yogyakarta ke Solo melalui Jalan Tugu Kulon sambil meneriakkan beberapa motto. Di antaranya ‘Hidup PON’ dan ‘Merdeka atau mati’ yang terus berkumandang dari mulut para pemuda di sepanjang jalan Yogyakarta-Solo. 


Akhirnya bendera PON dikibarkan sesampainya di Stadion Sriwedari, Solo. Dalam PON pertama ini, sekitar 600 atlet dari 13 daerah ikut serta dengan cabang olahraga atletik, bola basket, bola keranjang, bulu tangkis, panahan, pencak silat, renang, sepak bola, dan tenis. PON I akhirnya ditutup pada 12 September 1948 di Stadion Sriwedari, Solo dan dihadiri langsung oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. 


Porseni Ajang Kreativitas Generasi Muda NU 


Porseni NU 2023 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Peringatan Harlah 1 Abad NU. Menurut Nusron Wahid, peringatan 1 abad NU harus menjadi perhatian di kalangan generasi muda NU terutama mahasiswa, pelajar, dan santri.  


"Porseni NU 2023 di Solo ini merupakan salah satu forum silaturahim sekaligus ajang kreativitas dan kompetisi para generasi muda NU seperti mahasiswa, pelajar, santri, dan kader-kader NU," ungkapnya sebagaimana dikutip dari laman nu.or.id. 


Mereka lanjutnya, akan mengasah keterampilan dan kemampuan di Kota Solo yang kegiatannya dipusatkan di Stadion Sriwedari.  


“Kita bersilaturahim bersama menyambut 1 abad NU dan kita menyongsong, membawa kemajuan NU pada abad-abad selanjutnya melalui generasi muda NU. Karena itu, kami ucapkan selamat bertanding dengan fair dan kompetisi yang sempurna bagi para atlet, generasi muda NU, baik dari mahasiswa, pelajar, dan santri,” ucap Nusron yang juga Ketua Panitia Porseni NU 2023 itu. 


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah HM Muzamil kepada NU Online Jateng, Senin (9/1/2023) mengatakan, sukses penyelanggaraan dan sukses prestasi pada Porseni NU di Solo adalah target PWNU Jateng sebagai tuan rumah.


"Alhamdulillah, seluruh persiapan panitia daerah hampir rampung dan NU Jateng telah menyiapkan kontingen terbaiknya yang berasal dari pelajar, santri, dan mahasiswa PTNU se-Jateng," ucapnya.


Dirinya mohon doa restunya dari para ulama, kiai, habaib, dan nahdliyin se-Jateng agar event menyemarakkan 1 abad NU sukses dan lancar, serta kontingen Jateng menjadi yang terbaik," pungkasnya.


Sebagai informasi, Porseni NU 2023 di Solo mempertandingkan 4 cabang olahraga yaitu sepak bola, bola voli, bulu tangkis, dan pencak silat. Kemudian tiga lomba seni yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), dan Hifdzul Alfiyah (hafalan alfiyah). 


Penulis: M Ngisom Al-Barony
 


Editor:

Nasional Terbaru