• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Keislaman

Inilah Malaikat selain Raqib dan Atid yang Menyertai Manusia

Inilah Malaikat selain Raqib dan Atid yang Menyertai Manusia
Ilustrasi (NU Online)
Ilustrasi (NU Online)

Dalam kitab Qathrul-Ghaits, Syekh Nawawi Banten menyebutkan para malaikat berdasarkan keadaan, wujud, dan tugas-tugasnya. Termasuk di antaranya adalah 20 malaikat hafazhah atau malaikat yang bertugas menyetai manusia? 

 

Pertama,، malaikat hamalatul-‘arsy atau pengemban Arasy. Mereka adalah malaikat yang tertinggi tingkatannya dan paling awal diciptakan. Di dunia ada empat dan pada hari kiamat ada delapan. Wujud mereka seperti kambing gunung. Jarak antara kuku kaki dengan lututnya sejauh perjalanan 70 tahun jika ditempuh burung yang cepat terbangnya.  


Arasy sendiri adalah permata hijau, sekaligus makhluk Allah paling agung. Setiap hari diliputi seribu warna cahaya yang tidak ada satu makhluk pun yang mampu melihatnya. Layaknya Ka’bah sebagai kiblatnya penduduk bumi, Arasy adalah kiblatnya penduduk langit.   


Kedua, malaikat pengeliling Arasy. Disebutkan oleh Wahb bin Munabbih, di sekitar Arasy ada 70 ribu baris malaikat. Barisan demi barisan bertawaf mengelilingi Arasy. Barisan yang satu berputar, barisan yang lain juga berputar. Ketika satu sama lain bertemu, yang satu bertahlil, yang lainnya bertakbir. Di belakang mereka masih ada 70 ribu  baris malaikat yang mengangkat tangan di pundaknya. Ketika mendengar takbir dan tahlil, mereka dengan keras mengucap tasbih:

 

     سُبْحَانَكَ اَللّهُمَّ وَبحَمْدِكَ مَا أَعْظَمَكَ وَأَحْلَمَكَ أَنْتَ اللهُ لَا إلَهَ غَيْرُكَ أَنْتَ الْأَكْبَرُ وَالْخَلْقُ كُلُّهُمْ لَكَ رَاجِعُوْنَ  

 

Artinya: "Maha Suci  Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, alangkah besar  dan santunnya Engkau, Engkaulah Tuhan yang tiada tuhan selain Engkau. Engkaulah Maha Besar, dan seluruh makhluk kembali pada-Mu."


Di belakang mereka masih ada lagi 100 ribu baris malaikat. Mereka meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri mereka. Tidak ada satu pun dari mereka kecuali bertasbih dengan tasbih yang berbeda satu sama lain. Jarak antara sayap mereka dengan sayap  lainnya adalah perjalanan 800 tahun. Jarak antara dua daun kuping dengan pundak mereka 400 tahun.  


Allah menghalangi malaikat yang ada di sekitar Arasy dengan 70  lapis penghalang dari cahaya, 70 penghalang dari kegelapan, 70 lapis penghalang dari sinar putih, 70 penghalang dari yaqut merah, 70 penghalang dari zabarjud hijau,  70 penghalang dari salju, 70 penghalang dari air, dan 70 penghalang dari es, dan penghalang yang tidak ada yang mengetahuinya selain Allah. 


Ketiga, malaikat ruhaniyun. Ada yang berpendapat mereka berada di tanah putih seperti marmer. Lebarnya perjalanan 70 matahari dan 40 hari. Panjangnya tidak ada yang mengetahui selain Allah. Mereka memiliki gemuruh tasbih dan tahlil. Seandainya, suara mereka dibuka, niscaya penduduk bumi akan binasa karena saking menakutkannya suara mereka. Penghujung mereka sampai pada malaikat pengemban Arasy.    


Keempat, malaikat karubiyun. Mereka adalah pemimpin para malaikat dan berada di sekitar Arasy. 


Kelima, malaikat safarah. Mereka adalah malaikat penghubung antara Allah dengan para nabi-Nya dan hamba-hamba yang saleh. Mereka bertugas menyampaikan risalah Allah melalui wahyu, ilham, atau mimpi yang baik. Atau, perantara Allah dengan makhluk-Nya untuk menyampaikan jejak-jejak ciptaan-Nya. Ulama menafsirkan malaikat safarah ini terdiri dari empat malaikat, yaitu malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail, yang masing-masing tugasnya sudah maklum.  


Keenam, malaikat hafazhah. Muhammad al-Khalili meriwayatkan bahwa Utsman bin ‘Affan pernah bertanya kepada Nabi saw. tentang jumlah malaikat yang menyertai manusia. Beliau menjawab, “Ada 20 malaikat. Satu malaikat berada di sebelah kananmu. Ia memimpin malaikat yang ada di sebelah kirimu. Jika engkau berbuat kebaikan, malaikat di sebelah kananmu itu mencatatnya 10. Jika engkau berbuat keburukan, maka malaikat sebelah kiri berkata kepada yang sebelah kanan, ‘Apakah aku tuliskan?’ Dijawab oleh yang sebelah kanan, ‘Tangguhkanlah selama tujuh jam, barangkali ia bertaubat. Namun, jika tidak bertaubat, tuliskanlah. Semoga Allah menenangkan kita darinya.’ Malaikat sebalah kanan dikenal dengan malaikat Raqib, sedangkan yang sebelah kiri dikenal dengan malaikat Atid.”   


Nabi melanjutkan, “Dua malaikat lagi ada di hadapanmu dan di belakangmu. Satu malaikat yang menggenggam ubun-ubunmu. Ketika engkau tunduk kepada Allah, ia akan mengangkatmu. Ketika engkau sombong  kepada Allah, ia akan merendahkanmu. Dua malaikat berada pada kedua bibirmu. Keduanya tidak sungguh-sungguh menjagamu kecuali saat engkau bershalawat kepada Nabi saw. Satu malaikat ada mulutmu. Ia tidak membiarkan ular atau serangga masuk ke dalam mulutmu. Dua malaikat berada pada mata, dimana nama keduanya bernama Syuwaih. Sehingga jumlah malaikat pada setiap manusia adalah 10. Yang berjaga siang 10, yang berjaga malam 10. Dengan demikian, sehari-semalam jumlah seluruhnya menjadi 20 malaikat per setiap manusia.”   


Ketujuh, malaikat katabah atau pencatat. Tugas mereka adalah menghapus perkara yang ada di lauh mahfuzh sesuai perintah Allah. Mereka juga dikenal dengan malaikat kiramal katibin. Di antara mereka ada yang memiliki dua sayap dua sayap. Ada yang memiliki tiga sayap tiga sayap. Ada yang memiliki empat sayap empat sayap. Ada pula yang ditambah sayapnya sesuai dengan kehendak dan hikmah Allah. (Lihat: Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi, Qathrul-Ghaits, 4-6).    


Sebagaimana diketahui, malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya. Tidak diberi nafsu dan syahwat. Tak berayah dan tak beribu. Tidak makan tidak minum. Tidak diberi jenis kelamin. Karenanya mereka tidak pernah maksiat dan selalu taat atas apa yang diperintahkan.    Semoga saja semakin mengenal para malaikat, keimanan kita kepada mereka semakin kuat, lebih dekat kepada ketaatan dan semakin jauh dari kemaksiatan. Di samping itu, kita semakin yakin dan menyadari bahwa setiap gerak-gerik kita ada yang mengawasi dan ada yang mencatatnya. Wallahu a’lam. 

 

Ustadz Tatam Wijaya, alumni Pesantren Raudhatul Hafizhiyyah Sukaraja-Sukabumi, Pengasuh Majelis Taklim 'Syubbanul Muttaqin' Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat. 

 

Sumber: NU Online


Keislaman Terbaru