• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 23 Mei 2024

Taushiyah

Syawal Momentum untuk Melebur Dosa

Syawal Momentum untuk Melebur Dosa
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Syawal merupakan momentum bagi kita untuk saling melebur dosa. Kalau Ramadhan telah menghapuskan dosa-dosa kita yang bertalian dengan Allah SWT, maka masih ada satu tanggungan yang harus kita selesaikan, yaitu hak adam.

   
Percuma orang memikul pahala (banyak) tapi kesalahan kepada sesama belum dimintakan maaf. Mengapa?, karena kelak pada hari kiamat ada seorang lelaki yang datang dengan membawa pahala yang sangat banyak, tapi ketika hendak dimasukkan ke dalam surga, tiba-tiba ada orang yang memanggil-manggil "Jangan Engkau masukkan orang itu ke dalam surga".

   
Orang yang memanggil-manggil berkata "dahulu sewaktu hidup di dunia ia bersalah kepadaku dan belum minta maaf", lalu diambillah pahalanya dan diberikan kepada orang ini (yang meminta keadilan). 


Belum juga lelaki itu dimasukkan ke dalam surga, terdengar teriakan dari yang lain "ia juga telah berbuat dzalim kepadaku", maka diambillah pahalanya dan diberikan kepada orang ini, dan begitulah seterusnya hingga pahalanya habis tak tersisa.

   
Ketika pahalanya sudah habis, ternyata masih ada orang  yang meminta keadilan, maka dosa orang yang meminta keadilan diambil lalu dibebankan kepada lelaki itu.


Hadits nabi:


قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرُوْنَ مَاالْمُفْلِسُ؟ قَالُوا اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَدِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ هِ فَإِنْ فُنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَ مَا عَلَيْهِ أُخِذَا مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ


Artinya:
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tahukah kamu, siapakah yang dinamakan muflis (orang yang bangkrut)?”. Sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak punya dirham (uang) dan tidak pula punya harta benda”. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang dihari kiamat membawa (pahala) salat, puasa dan zakat. Dia datang pernah mencaci orang ini, menuduh (mencemarkan nama baik) orang ini, memakan (dengan tidak menurut jalan yang halal) harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini. Maka kepada orang yang ia bersalah akan diberikan amal baiknya. Dan kepada orang ini diberikan pula amal baiknya. Apabila amal baiknya telah habis sebelum ditunaikan tanggungannya,  maka diambil kesalahan orang itu lalu dilemparkan kepadanya, sesudah itu dia dilemparkan ke neraka. (HR Muslim)


Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri
 


Taushiyah Terbaru