• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 4 Februari 2023

Regional

PWNU Jateng Ikuti Apel Nasional Hari Santri 2022 Bersama PC dan MWCNU se-Jateng

PWNU Jateng Ikuti Apel Nasional Hari Santri 2022 Bersama PC dan MWCNU se-Jateng
Kegiatan apel nasional hari santri 2022 tingkat Jateng (Foto: NU Onlne Jateng/M Ngisom Al-Barony)
Kegiatan apel nasional hari santri 2022 tingkat Jateng (Foto: NU Onlne Jateng/M Ngisom Al-Barony)

Semarang, NU Online Jateng
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah bersama lembaga dan Badan Otonom NU tingkat wilayah serta PCNU dan MWCNU se Jawa Tengah mengikuti Apel Nasional Hari Santri 2022 di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022) pagi. 


Apel berlangsung mulai pukul 06.50 hingga 07.30 WIB diikuti secara online dari Tebuireng dan diikuti seluruh PCNU dan PWNU se Indonesia dari daerah mereka masing-masing dengan pembina upacara  Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.


“Kita berterima kasih kepada pemerintah khususnya Presiden Joko Wdodo yang telah menetapkan hari santri sebagai salah satu hari nasional. Sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan dari kalangan para kiai dan para santri,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat menyampaikan amanat upacara.


Gus Yahya juga menjelaskan, penetapan hari santri nasional merupakan apresiasi pemerintah yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tertanggal 15 Oktober 2015. Namun, ia mengatakan seperti Hari Nasional lainnya, Hari Santri adalah peringatan jasa dan keteladanan bagi para pahlawan secara umum. 


"Hari Santri dirayakan sebagai momentum mengenang kepahlawanan segenap-bangsa Indonesia, bukan hanya satu kelompok tertentu saja; Hari Santri harus benar-benar dipahami, dihayati, dan ditegakkan sebagai harinya seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali," tegasnya.


Dikatakan, penetapan Hari Santri berdasarkan Peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad yang diabadikan sebagai penghormatan jasa para ulama. Resolusi Jihad dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.   


Namun lanjutnya, Hari Santri bukan dirayakan sebagai bentuk untuk menuntut balas jasa negara kepada Nahdlatul Ulama. "Karena yang berjasa mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia bukan generasi masa kini, bukan kita, melainkan para pahlawan agung dari generasi 1945 lalu," ucap Gus Yahya.





Ketua PWNU Jawa Tengah HM Muzamil kepada NU Online Jateng usai apel menjelaskan, kegiatan apel hari santri secara serentak yang dihelat PBNU baru kali ini dilaksanakan, sejak dicetuskan pada tahun 2015. Sebelumnya digelar di PCNU masing-masing dengan ragam kegiatan penunjang.


"Terima kasih kepada PCNU, MWCNU, lembaga, dan badan otonom yang telah mengikuti apel serentak dengan khusu dan khidmat. Apa yang kita lakukan hari ini bentuk penghormatan kepada para santri, kiai yang  berjasa sangat besar untuk kedamaian negeri ini," ujarnya.


Ke depan dirinya berharap kegiatan peringatan hari santri lebih meriah dan lebih semarak. Karena hari santri bukan milik NU, akan tetapi milik kita semua bangsa Indonesia. 


Penulis: M Ngisom Al-Barony


Editor:

Regional Terbaru