• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Regional

PROFIL PESANTREN

Pesantren Besongo Didik Santri melalui Keterampilan dan Pendampingan Masyarakat

Pesantren Besongo Didik Santri melalui Keterampilan dan Pendampingan Masyarakat
para santri tengah mengikuti kegiatan mengaji (Dok. NU Online Jateng/ istimewa)
para santri tengah mengikuti kegiatan mengaji (Dok. NU Online Jateng/ istimewa)

Semarang, NU Online Jateng
Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo, terletak di perumahan Bank Niaga, Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pesantren yang lebih dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan Pesantren Besongo ini bisa dikatakan unik, sebab letak pondok yang berada di tengah-tengah pemukiman perumahan.


“Ini sesuai dengan visi dari Pesantren Bosongo, kami ingin para santri untuk mengedepankan sikap yang santun dalam hidup berdampingan,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo KH. Imam Taufiq, saat NU Online Jateng berkunjung ke Pesantren Besongo, belum lama ini (7/1).

 

Secara historis, Besongo merupakan tempat bersejarah bagi pengembangan agama dan ilmu pengetahuan, pada tahun 1997 - 2000 sebelum menjadi Pesantren Darul Falah Besongo tempat ini menjadi pusat kegiatan mahasiswa Islam sebagai tempat kajian dan diskusi mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang disebut Raisyan Fikr, setelah itu pada tahun 2001 - 2005 menjadi Pesantren Bismillah yang berada di bawah asuhan novelis ternama, Habiburrahman El Sirazy.

 

Para santri diberi pendidikan yang berbasis dimensional dengan sistem yang modern tanpa meninggalkan tradisi kepesantrenan; yakni sorogan, bandongan, kajian kitab dengan diskusi, dan  seminar untuk mencetak para santri yang berwawasan, kritis dengan berpegang teguh kepada agama.

 

Keterampilan Hidup
Para santri di Pesantren Besongo dididik untuk bermasyarakat secara nyata dengan mengikuti kegiatan tahlil dan dziba’an di mushola bersama warga setempat bahkan setelah acara diakhiri dengan makan bersama menggunakan nampan bersama warga sekitar, kebersamaan tersebut merupakan bukti bahwa tidak ada sekat antara santri dan warga, justru keduanya saling bersinergi dalam menciptakan harmoni.

 

“Kami dan warga sekitar sudah seperti anggota tubuh yang merupakan satu kesatuan, karena bagaimanapun juga kita hidup di tengah-tengah mereka maka sudah selayaknya kita berbaur dan memberi konstribusi untuk mereka,” ungkap Hilmi Al Fikri, salah satu santri Pesantren Besongo. 

 

Selain itu, ada juga kegiatan kemasyarakatan juga dalam bentuk lain, seperti senam bersama, bersih-bersih perumahan, konservasi dan kegiatan lain yang melibatkan santri untuk ikut berperan aktif dalam hidup bermasyarakat.

 

Tidak tangung-tangung warga perumahan juga dilibatkan dalam proses mendidik santri melalui kegiatan yang menunjang keterampilan hidup, seperti pelatihan keterampilan memasak, menjahit, tata rias, sablon, akrilik, dan lain sebagainnya.

 

Hal ini seperti simbiosis mutualisme antara para santri dan masyarakat, santri ikut berperan aktif dalam memanifestasikan ilmu dan tenaga kepada masyarakat dan begitu juga sebaliknya, masyarakat memberi timbal balik sama kepada para santri dengan mendedikasikan keterampilannya sebagai bekal menantang zaman.

 

“Di Besongo ini juga ada program penyuluhan tentang kemasyarakatan dalam bentuk kesehatan, kebersihan, serta hal-hal yang bersifat kemanusiaan lainnya,” tambah Lurah Pondok Pesantren Besongo Umar Kustiadi.

 

Prinsip kebersamaan yang terbangun tidak sekedar bersama namun memiliki tujuan yang mulia dan multifungsional. Artinya keberadaan Pesantren Besongo ini sebagai agen perubahan dalam menata lingkungan yang berbasis kemandirian, gotong-royong, dan tradisi.

 

Untuk mencetak para santri yang berwawasan, Pesantren Besongo menerapkan model pendidikan khas pesantren modern dengan semaraknya kegiatan yang berbasis kajian kitab kuning bahasa dan keterampilan.

 

Selain itu kuatnya pengembangan keterampilan bagi santri juga menjadi karakter pesantren ini. Dengan model asrama yang tersebar di beberapa titik, menjadikan pesantren mampu menyemaikan nilai kepesantrenan di lingkungan perumahan yang menjadi lokasi pondok ini.

 

Konservasi Lingkungan
Salah satu kegiatan rutinan santri Dafa ini adalah kegiatan konservasi lingkungan. Dengan cara inilah mereka dapat melatih rasa kepedulian dan kebersamaan. ini merupakan salah satu program Pesantren Darul Falah Besongo dan wujud bakti santri terhadap lingkungan dan masyarakat.

 

kegiatan konservasi lingkungan


Setelah usai melakukan pembersihan dan penghijauan, santri menggelar acara makan bersama di lapangan utama perumahan Bank Niaga. Namun, kini tempatnya dialokasikan ke asrama masing-masing karena adanya virus Covid-19 yang mengharuskan menghindari kegiatan berkerumun.

 

Walaupun hanya berupa suguhan makanan sederhana yang disiapkan oleh para santri putri, namun tidak mengurangi rasa nikmat yang mereka rasakan dan bahkan menambah kekeluargaan dan solidaritas. Diharapkan dengan adanya kegiatan konservasi lingkungan, dapat membangun kedekatan baik antar santri, masyarakat, maupun lingkungan.

 

“Kegiatan konservasi menjadi bentuk pengabdian santri kepada masyarakat sekitar juga sebagai ajang untuk merekatkan rasa kekeluargaan antarsantri Pesantren Besongo dengan menikmati makanan bersama sembari mengobrol santai,” ungkap Hilmi. 

 

Dengan ragam pendidikan dan kajian di Pesantren ini menjadikan Besongo, sebagai salah satu pesantren terkemuka yang mengantarkan para santrinya menjadi insan yang cakap, berbudi pekerti luhur, serta memiliki wawasan dan pengetahuan agama yang mumpuni. Diharapkan nantinya akan menghasilkan para santri dan lulusan yang bermanfaat untuk bangsa agama dan masyarakat dengan berpegang teguh pada nilai Islam yang damai, santun, dan egaliter.

 

Kontributor: Imam Mawardi
Editor: Ajie Najmuddin


Regional Terbaru