• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Regional

Perdana, Kader Penggerak Pertanian NU Demak Panen Padi Organik

Perdana, Kader Penggerak Pertanian NU Demak Panen Padi Organik
LPPNU Demak adakan panen perdana padi organik (Foto: NU Online jateng/Samsul)
LPPNU Demak adakan panen perdana padi organik (Foto: NU Online jateng/Samsul)

Demak, NU Online Jateng
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Demak melakukan panen padi organik di Desa Brambang, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak sebagai demonstrasi plot (demplot) untuk pertama kalinya, Ahad (26/6).

Hasil panen tersebut merupakan konsep pertanian murah dengan hasil melimpah dengan menggunakan pupuk organik dan juga pupuk alami lain yang diramu dan dibuat oleh alumni pendidikan Kader Penggerak Pertanian Nahdlatul Ulama (PKPPNU) Kadang Tani Sarwo Tulus (KTST).

"Hasilnya cukup lumayan setelah kami melakukan ubinan setiap satu kali satu meter persegi ini dengan hasil gabah basah sekitar 0,91 Kg, artinya kalau satu hektar itu kurang lebih akan menghasilkan 9,1 ton gabah basah," terang Ketua PC LPPNU Demak, H Wakiyo kepada NU Online Jateng, Rabu (29/6).

Dikatakan, nantinya juga akan dikembangkan di beberapa kecamatan dengan luasan tanam yang cukup lumayan. Wakiyo berharap, kegiatan yang dilakukan para kader KTST ini bisa ditularkan kepada para petani-petani lain untuk warga NU di Kabupaten Demak khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.

"Konsep ini akan jadi andalan untuk konsep pertanian, karena dengan langkanya pupuk juga dengan terbatasnya subsidi dari pemerintah tentang pupuk kimia. Maka alternatif ini bisa dijalankan, tentunya untuk menghasilkan pertanian yang murah, ramah dan hasilnya juga menjadi beras yang berkah, beras umur panjang," terangnya.

Ketua KTST Arif Wibowo mengatakan, panen padi organik merupakan lahan percobaan pertama dengan menggunakan teknik budidaya pertanian sehat, tanpa menggunakan pestisida kimia dan juga tanpa pupuk kimia sintetis. Ke depannya juga akan diadakan pelatihan PKPPNU dengan perwakilan peserta dari setiap MWCNU se-Kabupaten Demak.

"Rencana untuk musim tanam pertama nanti kami akan menambah lahan menjadi tiga lokasi meskipun sudah banyak tawaran lahan dari beberapa rekan-rekan NU untuk ikut pertanian sehat ini, tapi kami pending dulu karena kami tidak ingin terburu-buru dan kami ingin mematangkan lagi konsep pengembangan pertanian sehat ke depannya," ujar Arif.

Sekretaris KTST juga sekaligus pemilik lahan demplot, Ahmad Munif menegaskan kalau kegiatan ini merupakan rencana tindak lanjut (RTL) dari keikutsertaan dalam PKPPNU sekaligus mensukseskan program yang dicanangkan oleh PWNU Jawa tengah.

"Dari sini, padi organik meninggalkan bahan-bahan kimia, sehingga bumi tetap alami dan sehat, bisa menghasilkan beras yang betul-betul menyehatkan untuk warga NU dan bisa barakah serta panennya berkah, mohon doa restu para kiai agar diberi kelancaran," pungkas Munif.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Ketua MWCNU Karangawen KH Abdullah Zaini, Kepala Desa Brambang Maryono, dan Ansor Banser serta Banom NU lainnya.

Kontributor: Samsul Maarif


Regional Terbaru