• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Rabu, 28 Februari 2024

Regional

Merekam Toleransi di Kota Solo Melalui Film 'Reresik'

Merekam Toleransi di Kota Solo Melalui Film 'Reresik'
Acara pemutaran perdana film Reresik di Aula FUD UIN RMS, (18/3). (Dok. PPM-PIN UIN Surakarta)
Acara pemutaran perdana film Reresik di Aula FUD UIN RMS, (18/3). (Dok. PPM-PIN UIN Surakarta)

Solo, NU Online Jateng
Bangunan masjid dan gereja yang berdiri berdampingan di Kota Solo menjadi inspirasi para pegiat di Islamsantun Pusat Pengkajian Masyarakat dan Pendidikan Islam Nusantara (PPM-PIN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said (RMS) Surakarta untuk membuat film berjudul Reresik.

“Anak-anak muda yang menggarap film Reresik sebenarnya ingin menunjukkan kepada orang di luar Solo bahwa toleransi antar-umat beragama masih ada di sini,” ujar Dosen UIN RMS, Syafawi Ahmad Qadzafi pada acara pemutaran perdana film Reresik di Aula FUD UIN RMS, Jumat (18/3).

Hal ini menurutnya cukup menggembirakan, ketika upaya membangun toleransi digaungkan oleh generasi yang masih punya nafas panjang untuk meneruskan narasi toleransi. "Sehingga kita bisa cukup optimis bahwa keadaan keberagaman ini akan baik-baik saja untuk anak cucu kita ke depan," kata dia.

Lebih lanjut, ia menyebut film Reresik cukup berhasil menunjukkan kepada penonton bahwa harmoni antar-agama di Solo masih terawat dengan baik. Setidaknya itu bisa dilihat dari cerita di film ini lewat persahabatan antara Kevin yang merupakan representasi non-muslim sebagai minoritas dengan Abror sebagai kelompok mayoritas.

Sutradara film Reresik Agus Wedi bercerita mengenai ide awal pembuatan film Reresik. Ia mengatakan, Kota Solo kerap dicap sebagai kota yang intoleran. Padahal, menurutnya, Solo masih banyak menyimpan nilai-nilai luhur dan semangat persaudaraan yang sangat dijaga oleh penduduknya. 

"Pilihan judul Reresik memiliki makna yang luas. Termasuk bahwa dalam beragama kita harus membersihkan hati dan pikiran dari segala rasa prasangka dan permusuhan," terangnya. 

Wakil Direktur PPM-PIN UIN RMS Surakarta Nur Rohman mengatakan, melalui film ini pihaknya ingin turut serta dalam upaya penguatan moderasi beragama di Indonesia. "Kami juga berterima kasih kepada sejumlah lembaga yang telah membantu dalam pembuatan film Reresik. Kolaborasi antar-lembaga seperti ini penting untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan toleran," pungkasnya.

Pengirim: Abraham Zakky Zulhazmi
Editor: Ajie Najmuddin


Regional Terbaru