• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Selasa, 16 April 2024

Regional

LAZISNU Jateng Berdayakan Masyarakat melalui Pengembangan Kawasan Produksi di Bancak Semarang

LAZISNU Jateng Berdayakan Masyarakat melalui Pengembangan Kawasan Produksi di Bancak Semarang
Kegiatan persiapan pemberdayaan masyarakat oleh LAZISNU Jateng di Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang (Foto: NU Online Jateng/Betari)
Kegiatan persiapan pemberdayaan masyarakat oleh LAZISNU Jateng di Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang (Foto: NU Online Jateng/Betari)

Semarang, NU Online jateng
Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Tengah merintis kerja sama dengan Kawasan Produksi Widuri di Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan pelaku usaha multisektor dengan menerapkan sistem ekonomi sirkular yang dijalankan di unit-unit produksi Widuri.


Wakil Ketua PW LAZISNU Jawa Tengah R Wibowo mengatakan, berkeliling unit-unit produksi ada banyak hal yang menarik minat. Untuk menindaklanjutinya menjadi kerja sama perlu diadakan kunjungan lanjutan guna mematangkan skema kerja sama yang tepat, sebab kedatangan pertama tentu masih tahap meraba peluang yang paling tepat yang dapat direalisasikan.


"Berkeliling ini ada tiga hal penting yang dapat dicatat. Pertama, berjalan-jalan di Kawasan Produksi Widuri cukup setengah hari. Kedua, success story pengembangan kawasan oleh Widuri, bagaimana ini ditularkan ke kota/ daerah lain," ujarnya Senin (16/5). 


Sedang yang ketiga lanjutnya, konsep pengelolaan sampah yang sangat menarik langsung memiliki dampak ke masyarakat.


Menurutnya, untuk merealisasikan kolaborasi Widuri-LAZISNU ini akan disiapkan kunjungan lanjutan yang lebih detail dan mendalam membahas skema kerja sama atau barangkali tepat disebut Memorandum of Understanding (MoU) dengan ruang lingkup kerjasamanya menyangkut solusi-solusi pelayanan kebutuhan dan pemberdayaan masyarakat.


"Jadi ruang lingkup kerja sama bisa sangat luas. Untuk ketepatan menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan modal tentu perlu dimatangkan sektor yang utama dan paling berdampak bagi masyarakat. Semisal kerja sama jangka pendek bidang yang berpotensi di antaranya pelatihan (pendidikan berbasis praktik) dan sistem pengelolaan sampah," terangnya.


Wakil Ketua LAZISNU Jateng itu secara tersirat menjelaskan, untuk memberdayakan warga yang beraktivitas pada berbagai ranah jelas-jelas tidak akan mampu melakukannya sendirian, harus kontinu dan tentu bersinergi atau berkolaborasi dengan berbagai pihak di multisektor.


"Hal ini mendukung fakta di mana LAZISNU Jateng yang berada dalam naungan PWNU Jateng yang membawahi 36 cabang, 500 Majelis Wakil Cabang (MWC) hingga lebih dari 7 ribuan ranting-ranting (tingkat desa) memiliki muatan social capital yang luar biasa. Kondisi ini selanjutnya dapat dikonversi menjadi financial capital berbasis kebudayaan lokal di tataran Jawa Tengah," terangnya. 


Disampaikan, Kawasan Produksi Widuri tidak terbatas pada layanan sosial saja tetapi bergerak sebagai sistem penataan sektor ekonomi dan sosial masyarakat berbasis produksi/dagang.


"Layanan digital Telkom telah mengembangkan berbagai konsep penataan kawasan melalui diciptakannya unit-unit produksi, sistem informasi yang transparan, kerja sama dengan berbagai pihak, hingga keterbukaan pengembangan inovasi oleh pemuda," terang Direktur Umum Kawasan Produksi Widuri M Asyadi, di sesi diskusi di Kantor Kawasan Produksi Widuri.


Dalam pertemuan awal dengan pihak LAZISNU Jateng itu, Tim Widuri telah memaparkan detail perihal pelayanan kebutuhan masyarakat melalui skema socialpreneur berupa penataan sistem ekonomi dan sosial masyarakat mulai dari kebun mitra masyarakat, dan kandang jangkrik mitra masyarakat.


"Kemudian kemitraan toko pelayan kebutuhan masyarakat, smart farming, pengarusutamaan riset dan teknologi, pengelolaan sampah terintegrasi cakupan kecamatan, sistem sirkular peternakan, pendidikan dan pengembangan SDM, paket wisata edukasi, hingga kerja sama multisektor berbasis produksi. Kami sama-sama berharap agar rintisan kerja sama ini bisa segera direalisasikan dan dirasakan manfaatnya," pungkasnya.


Pengirim: Betari


Regional Terbaru