Regional

Lakpesdam NU Pekalongan: Kader PMII, Tirulah Mahbub Djunaidi

Ahad, 27 Maret 2022 | 23:00 WIB

Lakpesdam NU Pekalongan: Kader PMII, Tirulah Mahbub Djunaidi

PKD PMII Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan (Dok. Istimewa)

Pekalongan, NU Online Jateng
Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pekalongan, Abdul Adhim mengatakan bahwa menjadi kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus selalu mempraktikkan motto PMII yaitu dzikir, pikir, dan amal Saleh.

“Menjadi kader PMII di era disrupsi tidak bisa lepas dari tiga hal tersebut. Ketiga tagline ini harus dijunjung tinggi oleh kader PMII, baik yang masih anggota atau yang sudah jadi pengurus,” ucap Adhim saat menyampaikan materi pada kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan, Sabtu (26/3).

Motto dzikir, pikir, dan amal saleh perlu dilestarikan, bila perlu dikembangkan supaya kader PMII tidak terbawa arus perkembangan zaman. Dikatakan, mengaplikasikan tiga motto PMII tersebut juga sebagai bagian dari melanjutkan perjuangan salah satu tokoh PMII, Mahbub Djunaidi.

“Mahbub Djunaidi ini adalah seorang tokoh yang sangat kritis. Dia juga aktif membaca, menulis, berpikir, dan selalu memberi perhatian dan pembelaan kepada kaum yang lemah. Inilah yang wajib ditiru oleh kader PMII,” tambahnya.

Adhim yang juga Dosen di IAIN Pekalongan menambahkan bahwa di era sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. “Kader PMII jangan cuma berdiam diri melihat persoalan bangsa yang sedang terjadi, tapi bagaimana PMII mampu berpikir memberikan sumbangsihnya untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” ucapnya.

Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan Hilmi Mubarok menjelaskan bahwa tujuan diadakannya PKD adalah membentuk kader mujahid yakni kader ideologis, loyal, militan serta memiliki komitmen dan integritas terhadap nilai-nilai PMII.

“Harapannya peserta yang telah dibaiat semoga menjadi kader penggerak di masing masing lembaga dan tidak menjadi penghambat jalannya roda pengkaderan,” ujarnya.

Kegiatan PKD yang mengangkat tema 'Ngeli ning Ora Keli' dilaksanakan di Madrasah Diniyah (Madin) Desa Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Kamis-Ahad (24-27/3) dan diikuti oleh 87 peserta.

Kontributor: Khairul Anwar