• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Regional

Gelar Apel Kesaktian Pancasila, Banser Genuk Kota Semarang Tegaskan Satu Komando

Gelar Apel Kesaktian Pancasila, Banser Genuk Kota Semarang Tegaskan Satu Komando
Kegiatan apel Kesaktian Pancasila PAC Ansor Genuk Kota Semarang (Foto: NU Online Jateng/Rifqi)
Kegiatan apel Kesaktian Pancasila PAC Ansor Genuk Kota Semarang (Foto: NU Online Jateng/Rifqi)

Semarang, NU Online Jateng
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Genuk menggelar Apel Kesaktian Pancasila yang diikuti 500 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) beserta badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama di Lapangan Sedayu Kenanga, Ahad (2/10) pagi diwarnai dengan atraksi Barongsay dan Marchingband Banser, peragaan jurus dan formasi dari pendekar silat Pagar Nusa.


Sebelum atraksi beberapa tokoh muda menyampaikan orasi kebangsaan. Satu di antaranya Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Genuk Muhammad Mukhlis. "Hari ini kita tegaskan ulang bahwa Ansor Banser tetap solid satu komando," tegasnya.


"Selama belum ada Kasatkorcab, maka pimpinan tertinggi Ansor dan kesatuan Banser adalah ketua Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang yaitu Sahabat Abdur Rahman," tegasnya.


Mukhlis menyatakan ikhlas dan siap menerima siapapun kader Banser yang dianggap layak dalam test kelayakan dan dipilih oleh Abdur Rahman menjadi pemimpin kesatuan Banser di kota Semarang.


Mukhlis menyatakan hal itu menyusul adanya kabar bahwa Surat Keputusan (SK) PC GP Ansor Kota Semarang telah ditandatangani oleh H Yaqut Cholil Qaumas selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor. 


"Ada banyak kader yang bisa dan siap diuji, silahkan dipilih yang dianggap layak dan tepat memimpin kami," ucapnya.





Ketua PC GP Ansor Kota Semarang Abdur Rahman kepada NU Online Jateng, Rabu (5/10/2022) menjelaskan bagaimana proses pemilihan Kasatkoryon dan Kasatkorcab. "Untuk Kasatkoryon itu hampir sama dengan Kasatkorcab bahwa prosesnya itu melalui fit and proper test," ucapnya.


Uji kelayakan lanjutnya, dilakukan satu tingkatan kepemimpinan di atasnya. PAC Ansor memberikan beberapa usulan calon Kasatkoryon untuk mengikuti uji kelayakan yang dilakukan oleh PC Ansor.


"Untuk syaratnya seperti biasa sudah lulus Diklatsar, tidak boleh lebih dari 40 tahun dan memahami nawa prasetya Banser," ungkapnya.


Abdur Rahman melanjutkan, uji kelayakan dimaksudkan untuk menilai seberapa jauh penguasaan dan pemahaman kader dalam materi organisasi, terutama yang terkait dengan garis instruksi.


Abdur Rahman lantas menerangkan bahwa Kasatkoryon merupakan salahsatu dari Wakil Ketua PAC GP Ansor. Jadi, instruksi dilakukan di tingkatan tersebut. Bahkan Kasatkorcab pun tidak bisa memerintah Kastkoryon tanpa ada perintah dari Ketua PAC Ansor. 


"Maka kadang kalau kita memerintah untuk mengerahkan pasukan dan lain sebagainya itu instruksi dari PC diberikan kepada PAC nanti ada tembusan kepada Kasatkoryon," jelasnya.


Abdur Rahman mengapresiasi ketegasan Satkoryon Banser Genuk yang menegaskan peraturan satu komando terkait belum dipilihnya Kasatkorcab untuk mendampinginya memimpin di kota Semarang.
 

"Sudah seharusnya semua anggota harus mengikuti satu komando dari ketua PC, hanya saja dari sahabat-sahabat Genuk mempertegas karena belum ada Kasatkorcab maka pemimpin tertinggi adalah ketua PC," pungkasnya.  


Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat


Regional Terbaru